Breaking News:

Berita Nasional

12 April, Buruh Bakal Kembali Gelar Demo Tolak UU Cipta Kerja di 20 Provinsi

Buruh dari sejumlah serikat pekerja berencana menggelar unjuk rasa besar-besaran di 20 provinsi, Senin (12/4/2021) pekan depan.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/HERMAWAN HANDAKA
Ilustrasi. Ribuan massa gabungan dari buruh dan mahasiswa menggelar aksi menolak UU Cipta Kerja di depan gedung DPRD Jateng, Rabu (7/10/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Buruh dari sejumlah serikat pekerja berencana menggelar unjuk rasa besar-besaran di 20 provinsi, Senin (12/4/2021) pekan depan. Aksi ini merupakan tindak lanjut dari penolakan UU Cipta Kerja.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, setidaknya ada tiga tuntutan kepada pemerintah dan pengusaha.

Pertama, mencabut Ungdang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, khususnya klaster ketenagakerjaan.

Kedua, meminta pemerintah dan penguasaha tetap membayarkan upah minimum sektoral kabupaten/kota (UMSK) tahun 2021.

"Dan yang ketiga, memastikan pemerintah dan pengusaha di seluruh Indonesia untuk membayar THR tahun 2021 secara penuh dan tidak dicicil," ujar Said dalam konferensi pers virtual, Senin (5/4/2021).

Baca juga: UU Cipta Kerja Diteken Presiden, Buruh Langsung Ajukan Uji Materi ke MK

Baca juga: KABAR DUKA, Aktivis Buruh sekaligus Pendiri SBSI Muchtar Pakpahan Tutup Usia

Baca juga: Anak Petani dan Buruh di Karanganyar Dapat Kesempatan Pelatihan Kerja, Lewat Program SDC

Said mengatakan, aksi ini akan berlangsung secara serentak di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Bengkulu, dan Riau.

Kemudian, Lampung, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Gorotntalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Maluku, NTB, hingga DKI Jakarta sebagai tingkat nasional dalam aksi kali ini.

Said mengatakan, aksi nanti akan diikuti puluhan ribu buruh yang berasal dari seribuan perusahaan.

Mereka di antaranya buruh dari industri banking, logistik, tekstil, garmen, sepatu, makanan, minuman, percetakan, penerbitan, media, pariwisata, dan faramasi kesehatan.

Kemudian, industri kimia, energi, pertambangan, semen, elektronik, otomotif, baja, besi, mesin, hingga guru honorer.

"Bentuk aksinya ada perwakilan yang akan datang ke MK sebagai simbol penolakan Omnibus Law dan di daerah ada perwakilan yang datang ke kantor Gubernur atau kantor Bupati Wali Kota di daerahnya masing-masing," ujar dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Massa Buruh Bakal Gelar Aksi Besar Jelang Puasa".

Baca juga: Kabur 1 Tahun, Bocah Asal Tasikmalaya Ditemukan di Kota Tegal. Pindah-pindah Kota Bareng Anak Punk

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Selasa 6 April 2021 Rp 962.000 Per Gram

Baca juga: Menaker Ida Fauziyah: Kebijakan THR Lebaran 2021 Masih Dibahas

Baca juga: 23 Desa Terima Dana Hibah Upland, Bupati Banjarnegara: Gunakan Secara Cermat, Jangan Dikorupsi

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved