Breaking News:

Berita Pekalongan

Baru 3 Bulan, Permohonan Izin Nikah Muda di Pengadilan Agama Kajen Pekalongan Tembus 145 Berkas

Pengadilan Agama Kajen IB Kabupaten Pekalongan mencatat ada 145 permohonan dispensasi nikah.

TRIBUNBANYUMAS/INDRA DWI PURNOMO
Suasana Pengadilan Agama Kajen IB, Senin (29/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KAJEN - Pengadilan Agama Kajen IB Kabupaten Pekalongan mencatat ada 145 permohonan dispensasi nikah. Permohonan ini diajukan tiga bulan terakhir, dari bulan Januari hingga Maret 2021.

Panitera Pengadilan Agama (PA) Kajen IB Tokhidin mengatakan, permohonan dispensasi nikah muda ini melonjak jika dibanding tahun lalu.

"Saya yakin, pengadilan agama daerah lain juga mengalami hal yang sama," kata Panitera PA Kajen IB Tokhidin kepada Tribunbanyumas.com, Senin (29/3/2021).

Baca juga: 4 Arca di Pekalongan Terbengkalai, Komunitas Kobuira Surati Pemkab

Baca juga: Ingkar Menikahi dan Dugaan Melakukan Kekerasan, Kades di Paninggaran Pekalongan Dilaporkan ke Polisi

Baca juga: Gudang Bulog Pekalongan Masih Simpan 2000 Ton Beras dari Thailand dan Vietnam, Diimpor Tahun 2018

Baca juga: Petani di Kandangserang Pekalongan Tewas Kesetrum, Diduga Jerami yang Disunggi Sentuh Kabel Listrik

Menurutnya, tahun ini, permohonan dispensasi menikah muda diprediksi naik signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Tahun 2020, tercatat, total ada 568 permohonan. Sedangkan tahun ini, baru berjalan tiga bulan, sudah ada 145 permohonan.

"Biasanya, kami menerima maksimal 200 permohonan tapi tahun ini naik signifikan. Kenaikan tersebut terjadi, satu di antaranya karena adanya revisi undang-undang perkawinan," katanya.

"Semula, batas minimal perempuan menikah yakni 16 tahun dan laki-laki 19 tahun. Kini, batas usia menikah, baik laki-laki maupun perempuan adalah 19 tahun," imbuh dia.

Di PA Kajen, Tokhidin mengungkapkan, permohonan lebih banyak diajukan perempuan.

Tahun 2020, dari 568 permohonan, hanya 41 yang diajukan laki-laki.

"Kalau tahun 2021 ini, belum kami rekap. Tapi, sepertinya akan lebih banyak dari perempuan juga," ungkapnya.

Baca juga: Dana Aspirasi Dewan hingga TPP ASN di Kudus Dipangkas hingga Rp 16,8 Miliar, Ini Tujuannya

Baca juga: Bupati Purbalingga Puji Kinerja Dinperindag dalam Lima Tahun Terakhir, Ini Daftar Prestasi Mereka

Baca juga: Mudakir Tewas Tertabrak KA Argo Dwipangga saat Berjalan Kaki Menyeberang Rel di Pejagoan Kebumen

Baca juga: Ayah di Demak Tega Perkosa Anak Tiri, Dipicu Kesal Ditinggal Istri ke Yogya

Pihaknya menambahkan, berdasarkan data di PA Kajen, pernikahan muda bukan faktor kuat penyebab perceraian.

Tercatat, sudah ada 553 pendaftar sidang perceraian. Dari total angka itu, mayoritas bukan dari mereka yang menikah muda.

"Tahun 2020, dari 2700-an kasus perceraian, hampir seluruhnya adalah mereka yang menikah cukup umur. Kasus perceraian sejauh ini paling banyak masalah yang dimunculkan adalah karena faktor ekonomi," tambahnya. (*)

Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved