Berita Politik

PKB Jateng Siap Menyongsong Pilpres 2024: Masuk 3 Besar dan Optimistis Presiden dari Kader

Musyawarah Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (Muscab PKB) di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah digelar secara serentak, Sabtu (6/3/2021).

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Ketua DPW PKB Jawa Tengah KH Yusuf Chudlori saat membuka Muscab di Magelang, Sabtu (6/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Musyawarah Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (Muscab PKB) di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah digelar secara serentak, Sabtu (6/3/2021).

Muscab digelar untuk memilih kepengurusan tingkat kabupaten dan kota, periode 2021-2026.

Dalam muscab tersebut ditetapkan ketua dan sekretaris Dewan Syuro, serta ketua Tanfidz, sekretaris, dan bendahara.

Di beberapa daerah di Jateng, proses muscab berlangsung panas. Sejumlah kader PKB protes karena pemilihan kietua DPC tidak sesuai akar rumput atau kepengurusan di tingkat bawahnya.

Baca juga: Tanpa Gejolak, Abdul Hakim Kembali Pimpin DPC PKB Blora untuk Periode 2021-2026

Baca juga: Ketua Baru DPC PKB Solo Bukan Harapan, Belasan PAC Walk Out dan Ancam Mogok Gerakkan Mesin Partai

Baca juga: Bambang Susilo Jadi Ketua DPC PKB Kabupaten Pati, Ini Amanah Khusus Partai Kepadanya

Baca juga: Dukung Imam Santoso Jadi Ketua DPC, 22 PAC PKB Banyumas Siap Boikot Muscab jika DPP Tunjuk Nama Lain

Ini terjadi karena ketua DPC PKB ditunjuk langsung dari DPP, bukan lagi dipilih PAC (pimpinan anak cabang).

Menyikapi hal ini, Ketua DPW PKB Jawa Tengah KH Yusuf Chudlori mengatakan, muscab ini merupakan proses demokrasi internal.

Tak hanya sekadar regenerasi, melainkan sebagai ajang evaluasi dan konsolidasi.

"Nama-nama calon pengurus merupakan usulan dari daerah. Soal persetujuan, DPP yang memutuskan. Sejauh ini, sudah dilakukan evaluasi kinerja pengurus di semua tingkatan dengan tolok ukur kinerja," katanya dalam pernyataan tertulis yang diterima, Minggu (7/3/2021).

Seperti diketahui, dalam muscab PKB kali ini digunakan gaya baru. Yakni, keputusan siapa yang menjadi kepengurusan ada di tangan DPP. Namun, itu juga berdasarkan usulan dari bawah.

Gus Yusuf, sapaannya, mengklaim bahwa hasil putusan dari DPP bisa diterima baik di kabupaten dan kota.

Meskipun demikian, ia tidak memungkiri ada beberapa kabupaten/ kota yang mengalami masalah. Menurutnya, dibutuhkan komunikasi intensif antarpengurus.

"Hanya satu atau dua DPC yang masih butuh musyawarah. Semua karena ingin PKB lebih baik, biasa, dinamika yang wajar," ujarnya.

Dalam muscab, surat keputusan terkait kepengurusan dari DPP PKB dibacakan Pimpinan Sidang di masing-masing lokasi.

"Alhamdulillah, semua peserta muscab patuh terhadap keputusan DPP PKB. Muscab berjalan baik, semua sidang pleno dilaksanakan," ujarnya.

Baca juga: Koramil di Blora Kini Punya Mobil Operasional Suzuki APV, Dipinjami Pemkab untuk Menunjang Kinerja

Baca juga: Vaksinasi Nakes di Kudus Masih Berlangsung, Giliran 74 Nakes Lansia Terima Vaksin Covid-19

Baca juga: Dikira Masih Tidur, Wagimin Tak Merespon saat Dipanggil. Tergeletak di Pasar Wonokriyo Kebumen

Baca juga: Sempat Diwarnai Ketegangan, Musorkab Putuskan Bambang Setiawan sebagai Ketua KONI Banyumas 2021-2025

Dia menambahkan, tantangan Pemilu 2024 sangat berat. Atas dasar itu diperlukan pengurus-pengurus yang siap bekerja keras dan kerja cerdas.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved