Berita Banyumas
Sempat Diwarnai Ketegangan, Musorkab Putuskan Bambang Setiawan sebagai Ketua KONI Banyumas 2021-2025
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyumas menggelar Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab), Senin (8/3/2021).
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyumas menggelar Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab), Senin (8/3/2021).
Musorkab ini dihadiri 60 orang perwakilan dari masing-masing cabang olahraga, serta beberapa perwakilan yang memiliki suara.
Musorkab 2021 kali ini beragendakan pemilihan ketua Umum KONI untuk periode 2021-2025.
Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Bambang Widodo mengatakan, syarat calon ketua umum yang ditetapkan di antaranya, berumur tidak lebih dari 70 tahun.
Baca juga: Tega, Seorang Pemuda di Banyumas Setubuhi 2 Bocah yang Kini Jadi Iparnya
Baca juga: Pelaku Masuk Melalui Ventilasi Jendela Kamar Mandi, Curi Handphone dan Motor di Pekuncen Banyumas
Baca juga: Vaksinasi Lansia Dimulai Pekan Depan di Banyumas, Dinkes Masih Pertimbangkan Sasaran dan Lokasi
Baca juga: Di Tengah Pandemi, Investasi di Banyumas Didominasi Perdagangan dan Telekomunikasi
TPP KONI Banyumas telah mengantongi dua nama calon ketum, yaitu Bambang Setiawan dan Sutarno.
Dodit mengatakan, syarat calon ketua umum KONI harus didukung atau mendapat dukungan tertulis minimal 33,33 persen (satu pertiga) dari pemilik suara yang terdiri dari Pengkab Cabor, Badan Olahraga Fungsional, KONI Provinsi Jawa Tengah, dan KONI Banyumas.
Namun, di tengah-tengah Musorkab, calon Sutarno memilih mengundurkan diri dari bursa pencalonan sebagai ketua KONI Banyumas.
"Ini demi kemajuan dan suasana kondusif di Banyumas agar lebih baik. Karena Bambang Setiawan adalah calon tunggal, otomatis akan terpilih," kata Sutarno.
"Pesan saya, hanya ingin olahraga di Banyumas menjadi lebih baik dari sebelumnya," ujarnya.
Sutarno meminta maaf karena pencalonannya sempat membuat situasi menjelang pemilihan Ketua KONI menjadi tidak kondusif.
"Mohon maaf karena sempat tidak kondusif. Setelah saya renungkan, kok jelek maka dari itu harapannya tetap kompak. Dengan catatan, Pak Bambang memperbaiki komunikasinya, memilih kepengurusan yang baik, yang pintar, dan yang pener," ucapnya.
Baca juga: PSIS Semarang Andalkan Pemain Lokal Hadapi Piala Menpora, Latihan Dimulai Selasa Besok
Baca juga: Hajatan di Karanganyar Sudah Boleh Ada Hiburan dan Tamu Duduk, Berlaku Hanya di Siang Hari
Baca juga: 2 Pekan Dilantik, Bupati Purbalingga Langsung Konsultasi Kemendagri untuk Isi 10 Jabatan Eselon II
Baca juga: Di Rumah Aja, Ketua Satgas Penanganan Covid Imbau Warga Tak Keluar Kota saat Libur Isra Miraj
Bursa pemilihan Ketua KONI Banyumas sempat memanas karena Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Bakal Calon Ketua Umum KONI Banyumas sempat menyatakan mengundurkan diri.
Alasannya, ada surat dari satu bakal calon Ketum KONI Banyumas yaitu Sutarno.
Surat tersebut ditujukan kepada Kepala Dinporabudpar Banyumas yang menunjukan ketidakpercayaan terhadap TPP.
Ada pula pernyataan lisan Sutarno yang tidak bersedia menandatangani surat pengambilan berkas bakal calon Ketum KONI yang disimpan di Kantor Kadinporabudpar Banyumas.