Berita Pendidikan

Cerita Pelajar SMKN Jenawi Karanganyar, Jual Keripik Pelepah Pisang Biar Bisa Ikut Belajar Daring

Uang hasil jual keripik digunakan para pelajar untuk membeli kuota internet guna mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/AGUS ISWADI
Pelajar kelas XI SMK Negeri Jenawi, Ardian Tri Anggoro memperlihatkan keripik pelepah pisang dan daun kelor, Kamis (4/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Belasan pelajar SMK Negeri Jenawi Kabupaten Karanganyar menjual olahan keripik pelepah pisang atau gedebog, daun kelor, dan daun pegagan untuk mendapatkan tambahan uang.

Uang tersebut digunakan para pelajar untuk membeli kuota internet guna mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Usaha pembuatan olahan keripik gedebog, daun kelor, dan pegagan telah dimulai sejak empat bulan lalu. 

Baca juga: Terima 10 Ribu Dosis Vaksin Covid-19, DKK Karanganyar Geber Vaksinasi bagi 137.117 Lansia

Baca juga: Keluarga Pasien Gugat RSUD Karanganyar, Diduga Beri Keterangan Palsu Dalam Surat Covid

Baca juga: Truk Terperosok ke Kebun Sedalam 50 Meter, Warga Jenawi Karanganyar Bahu Membahu Tarik secara Manual

Baca juga: Sudah Ada 497 Penerima Manfaat PKH Mengundurkan Diri, Data Dinsos Karanganyar Hingga Februari 2021

"Di Jenawi banyak tapi tidak dimanfaatkan."

"Akhirnya dibuat keripik."

"Di Jenawi belum ada yang buat (olahan keripik dari gedebog)," kata pelajar kelas XI SMK Negeri Jenawi, Catur Prasetyo kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (4/3/2021). 

Dari hasil jualan keripik tersebut, Catur mendapatkan uang bagi hasil yang digunakan untuk membeli kuota internet.

Dia tidak kesulitan mengatur jadwal, baik untuk tetap mengikuti pembelajaran secara daring dan membuat olahan keripik. 

"Kalau selesai membuat tugas ke rumah produksi."

"Kadang pagi, siang hari," ucapnya. 

Ide usaha olahan keripik tersebut didukung penuh oleh Hari Prihatin selaku guru sekolah.

Guru siswa itu kebetulan memiliki rumah makan di rumahnya daerah Jenawi.

Tempat produksi keripik tersebut memanfaatkan ruangan yang berada di rumahnya. 

"Modal awal itu Rp 2 juta (uang pribadi)."

"Tidak pakai uang dari sekolah."

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved