Breaking News:

Berita Banyumas

Pulang Ziarah ke Jawa Timur, 6 Warga Banyumas Positif Covid-19. Bupati: Sudah Diingatkan tapi Nekat

Kali ini, rombongan warga asal Kecamatan Kebasen, terpapar virus SARS-CoV-2 setelah ziarah ke Jawa Timur.

TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Bupati Banyumas Achmad Husein saat ditemui di Pendopo Si Pandji Purwokerto, Jumat (5/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Kasus penyebaran Covid-19 dari rombongan ziarah kubur di Banyumas kembali muncul.

Sebelumnya, klaster ziarah Covid-19 di Banyumas pernah terjadi di Kecamatan Pekuncen.

Kali ini, rombongan warga asal Kecamatan Kebasen, terpapar virus SARS-CoV-2 setelah ziarah ke Jawa Timur.

Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan, telah berupaya mencegah rombongan agar tidak berangkat ziarah.

Namun, peringatan itu ternyata tidak didengarkan dan warga nekat berangkat.

"Nekat berangkat, padahal sudah diingatkan. Katanya, karena sudah bayar bus dan segala macamnya. Begitu pulang, dites swab, hasilnya ada yang positif," ujar Husein kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (2/3/2021).

Baca juga: Update Klaster Ziarah di Banyumas, 31 Warga Desa Cikembulan Positif Covid-19, Dikarantina di RS

Baca juga: Klaster Ziarah di Banyumas, Kades Cikembulan: Itu Agenda Rutin Tahunan Warga, Rombongan ke Kebumen

Baca juga: Bioskop di Purwokerto Dapat Lampu Hijau Buka, Tempat Karaoke Belum. Ini Alasan Bupati Banyumas

Baca juga: Bersampan di Telaga Kumpe, Destinasi Wisata Menawan di Kaki Gunung Slamet Banyumas

Husein lebih menyoroti penerapan protokol kesehatan dalam kegiatan keagamaan itu.

"Pengajian-pengajian harus pakai protokol kesehatan. Termasuk, kegiatan salat berjamaah di masjid, juga harus tetap menerapkan protokol kesehatan," terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyumas Sadiyanto mengatakan, klaster rombongan ziarah ini berasal dari salah satu desa di Kecamatan Kebasen.

"Dari kelompok ziarah tersebut, ada enam yang positif Covid-19. Begitu pulang, kami diberi info dan langsung melakukan swab," tambahnya.

Keenam orang yang terkonfirmasi positif COvid-19 itu kemudian dibawa ke tempat karantina di Baturraden. Semuanya merupakan orang tanpa gejala (OTG). (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Pura-pura Jadi Polisi, 2 Warga Semarang Gondol HP dan Emas Remaja di Pelabuhan Kaliwungu Kendal

Baca juga: Harga Kedelai Tak Kunjung Turun, Pedagang di Pasar Trayeman Slawi Tegal Akhirnya Bikin Tempe Ekomis

Baca juga: Gerakan Tanah di Gumingsir Banjarnegara Rusak Rumah dan TK, Jalan Hanya Bisa Dilalui Motor

Baca juga: 12 Tahun Menikah, Artis Wulan Guritno Gugat Cerai Adilla Dimitri

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved