Berita Jateng

75 Kilometer Jalan Provinsi Jateng Rusak, Terpanjang di Ruas Grobogan-Blora

Di Jawa Tengah, ada sekitar 75 kilometer jalan provinsi rusak. Paling banyak, jalan rusak ada di ruas Grobogan-Blora, yakni 50 kilometer.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Pengendara melintas di jalan provinsi di Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung yang mengalami kerusakan cukup parah, Rabu (3/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Tingginya intensitas hujan beberapa bulan terakhir membuat sejumlah ruas jalan rusak.

Di Jawa Tengah, ada sekitar 75 kilometer jalan provinsi rusak. Paling banyak, jalan rusak ada di ruas Grobogan-Blora, yakni 50 kilometer.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Cipta Karya (DPUBMCK) Provinsi Jateng, AR Hanung Triyono mengatakan, ada 12 ruas jalan provinsi.

Kerusakan cukup banyak antara lain ada di ruas Semarang-Tegowanu-Godong, Wirosari-Kunduran, Weleri-Patean.

"Di ruas Purwodadi-Blora, ada 50 kilometer rusak. Lebih dari separuh. Ini luar biasa," jelas Hanung, Senin (1/3/2021).

Baca juga: Cara Unik Warga Kebondalem Pemalang Protes, Hiasi Jalan Rusak Layaknya Perayaan Hari Kemerdekaan

Baca juga: Perbaiki Semua Jalan Rusak di Kebumen, Pemkab Butuh Rp 2,7 Triliun, Ini Rencana Arif Sugiyanto

Baca juga: Mau Lapor Jalan Rusak? Pemprov Jateng Tunjukkan Cara Mudahnya, Warga Cukup Unduh Aplikasi Ini

Baca juga: Perbaiki Jalan Rusak di Dieng, Bupati Banjarnegara Gunakan Uang Pribadi, Begini Tanggapan Ganjar

Jalan provinsi yang kebanyakan jalan beraspal sangat rentan terhadap kerusakan jika terkena air hujan berintensitas tinggi.

Apalagi, kata dia, jika jalan aspal tergenang air atau terendam banjir, kerusakan dipastikan tidak terelakan.

Pihaknya juga menyayangkan masih banyaknya drainase di perumahan atau pemukiman yang buruk. Hal itu mengakibatkan air mengarah dan menggenangi jalan.

"Soal ini, akan kami diskusikan ke pemerintah kabupaten/kota agar menata drainase yang baik. Supaya, outlet drainase permukiman airnya tidak langsung masuk ke jalan," katanya.

Terkait perbaikan jalan rusak, untuk sementara ini, pihaknya melakukan penambalan.

Itu pun sering terkendala cuaca hujan. Pihaknya harus cermat agar penambalan yang dilakukan tidak langsung rusak karena hujan.

Untuk penambalan, DPUBMCK menyiapkan dana transisi sebanyak Rp 10 miliar. Disebutkan, anggaran tersebut sama banyaknya dengan tahun lalu.

Baca juga: Gara-gara Pandemi Covid-19, Warga Miskin di Banjarnegara Bertambah 8,85 Ribu Jiwa

Baca juga: Hujan Es Landa Putatnganten Grobogan, Warga: Atap Rumah seperti Dilempari Kerikil

Baca juga: Keluarga Pasien Gugat RSUD Karanganyar, Diduga Beri Keterangan Palsu Dalam Surat Covid

Baca juga: Butuh Bantuan, Warga Timbulsloko Demak Kehabisan Dana Buat Bangun Jalan Kampung di Tengah Rob

Hanya saja, pada tahun kemarin, curah hujan tidak begitu besar sehingga tidak banyak berpengaruh terhadap kondisi jalan.

Berbeda dengan tahun ini, dimana jalan rusak terjadi di banyak ruas sehingga dana yang dikeluarkan pun cukup banyak.

Untuk peningkatan jalan, akan dilakukan lelang kegiatan pada Maret ini.

"Maret dan April kami akan selesaikan lubang yang ada di jalan provinsi," ucapnya.

Masyarakat bisa melaporkan kondisi jalan rusak melalui aplikasi Jalan Cantik milik Pemerintah Provinsi Jateng.

Nantinya, laporan akan ditindaklanjuti balai pekerjaan umum jalan provinsi. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved