Breaking News:

Berita Semarang

Dipanggil KPK Soal Korupsi Bansos Covid, Bupati Semarang Ngesti Nugraha Enggan Berkomentar

Di sela persiapan dilantik sebagai bupati Kabupaten Semarang, Ngesti Nugraha mendapat panggilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

TRIBUNBANYUMAS/HERMAWAN HANDAKA
Bupati Semarang Ngesti Nugraha dan istri foto bersama seusai pelantikan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, kompleks Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Jumat (26/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Di sela persiapan dilantik sebagai bupati Kabupaten Semarang, Ngesti Nugraha mendapat panggilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Rencananya, Ngesti diiperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi bantuan sosial Covid-19 yang menjerat eks Menteri Sosial, Juliari P Batubara. Juliari dan Ngesti merupakan kader PDIP.

Namun, penyidik KPK batal memeriksa Ngesti Nugraha pada Kamis (25/2/2021) kemarin. Ngesti meminta penjadwalan ulang lantaran akan dilantik sebagai bupati pada Jumat (26/2/2021) ini.

Baca juga: Mensos Juliari Batubara Jadi Tersangka Suap Proyek Bansos Covid-19, Diduga Terima Fee Rp 17 Miliar

Baca juga: Gandeng PPATK, KPK Mulai Kembangkan Kasus Dugaan Suap Bansos Covid-19

Baca juga: Soal Isu Kudeta dan KLB, Ini Komentar Srikandi Partai Demokrat dari Kabupaten Semarang

Baca juga: Ngesti Nugraha: Kemenangan Ini Akan Dijawab Melalui Komitmen 64 Program di Kabupaten Semarang

Saat dikonfirmasi terkait pemanggilan KPK tersebut, Ngesti yang ditemui seusai dilantik sebagai bupati Semarang, enggan berkomentar.

"Enggak, enggak," kilah Ngesti sambil berjalan dan mengangkat telapak tangan yang menandakan ogah berkomentar ketika ditanya sejumlah awak media, seusai prosesi pelantikan 17 bupati dan wali kota di Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Praja kompleks Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Kota Semarang, Jumat.

Ngesti, sebelumnya dijadwalkan dimintai keterangan terkait kapasaitasnya sebagai ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Semarang.

Sementara, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Kusriyanto, membenarkan ada pemanggilan terhadap Ngesti Nugraha oleh Lembaga Antirasuah tersebut.

Ngesti, kata dia, dipanggil sebagai saksi untuk melengkapi berkas-berkas pemeriksaan kasus korupsi bansos.

"Iya, (dipanggil) sebagai saksi. Ya nggak papa, dijalani saja," kata pria yang akrab disapa Krebo tersebut.

Baca juga: Pesan Gubernur Ganjar saat Lantik 17 Bupati/Wali Kota: Dada Harus Jembar, Ususe Kudu Dowo

Baca juga: Istri Resmi Jadi Bupati, Rizal Diansyah Dilantik sebagai Ketua Dekranasda Purbalingga

Baca juga: Resmi Jadi Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga, Tiwi-Dono Tancap Gas Perbaiki Infrastruktur Jalan

Baca juga: Banjir Masih Tinggi, Jenazah Warga Trimulyo Semarang Dibawa Pakai Perahu Karet Menuju TPU

Krebo yang juga menjabat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng ini meminta Ngesti melaksanakan pemanggilan sebaik-baiknya.

"Diundang sebagai saksi, ya harus taat," katanya.

Ketika ditanya apakah ada kader PDI-P lain di Jateng yang menjalani pemeriksaan sebagai saksi, Krebo menuturkan belum mengetahui.

Sejauh ini, dalam kasus korupsi bansos Covid-19 tersebut, KPK menetapkan lima orang tersangka.

Kelima tersangka itu yakni, mantan Mensos Juliari P Batubara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW).

Serta, dua pihak swasta pemberi suap, yakni Ardian IM (AIM) dan Harry Van Sidabukke (HS). (*)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved