Breaking News:

Berita Banyumas

Tawarkan Kerja Sama Jual Beli Gula Pasir, Karyawan BUMN Ini Tipu Pengusaha Banyumas Rp 660 Juta

Bermodus jual gula pasir, TR (49), warga Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, diamankan Reskrim Polresta Banyumas karena menipu.

TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Penyidik Reskrim Polresta Banyumas memeriksa TR (49), perempuan warga Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, karena melakukan tindakan penipuan modus jual beli gula pasir, di Mapolresta Banyumas, Selasa (23/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Bermodus jual gula pasir, TR (49), warga Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, diamankan Reskrim Polresta Banyumas karena menipu.

TR yang juga seorang karyawan BUMN itu diamankan di tempat persembunyiannya di sebuah bangunan bekas koperasi di wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Selasa (23/2/2021).

Kasat Reskrim Kompol Berry mengatakan, kasus ini berawal dari pelaporan yang dibuat RAS (39), lelaki, warga Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.

Keduanya menjalin kerja sama jual beli gula. RAS ditelepon TR yang menawarkan gula pasir merk PTPN 10 dengan harga Rp 11 ribu per kilogram.

Baca juga: Vaksinasi Covid Menyasar Wartawan di Banyumas: Ada yang Teriak-teriak Takut Jarum

Baca juga: Kirim Karangan Bunga Berisi Sindiran di HUT Kabupaten Banyumas, Ini Isu yang Diusung BEM Unsoed

Baca juga: Hanya 2 Bulan, Panitia Bulan Dana PMI 2020 Banyumas Berhasil Kumpulkan Rp 1,3 Miliar

Baca juga: Warga Pekajan Banyumas Temukan Bayi di Teras Rumah, Tergelatak di Samping Tas Berisi Baju dan Susu

Setelah terjadi kesepakatan, RAS membayar pesanan gula pasir itu secara berkala.

Korban kemudian melakukan transfer uang ke rekening BRI dan BCA untuk pembayaran 50 ton gula pasir, seharga total Rp 550 juta.

Setelah menerima pembayaran, TR menghubungi kembali RAS dan membujuk agar membeli lagi sebanyak 10 ton seharga Rp 110 juta.

Dengan harga sama, TR berjanji lebih cepat mengirim barang.

"Setelah dibayar total oleh korban, barang tidak kunjung datang dan TR tidak dapat dihubungi. Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian Rp 660 juta dan akhirnya melaporkan ke Polresta Banyumas," jelas Berry.

Pelaku TR mengaku jika dirinya adalah distributor gula pasir dari Jawa Timur.

Ia menawarkan kepada korban-korbannya yang merupakan pengusaha gula, untuk membeli gula kepadanya, lewat sistem pembayaran lunas di awal kemudian dijanjikan barang cepat dikirim.

Dari keterangan pelaku, ternyata penipuan itu pernah dilakukannya di lokasi lain, di antaranya di wilayah Jepara, Semarang, Kulon Progo, Madiun, dan Surabaya.

Baca juga: Pelantikan Wali Kota Solo Digelar Jumat, Bakal Dikawal Paspampres dan 375 Personel Gabungan

Baca juga: Mayat Pria Mengambang di Sungai Bungin Pemalang Gegerkan Warga, Tak Ada Identitas

Baca juga: 1 Anggota TNI dan 2 Warga Sipil Tewas Ditembak di Kafe di Jakarta, Pelaku Oknum Polisi Diduga Mabuk

Baca juga: KABAR DUKA, Pimpinan Pusat Majelis Tafsir Al Quran Ahmad Sukina Tutup Usia

Barang bukti berupa satu buku rekening Bank BRI Bisnis, satu kartu ATM Bank BCA, satu kartu ATM Bank BRI Bisnis, satu buah HP merk LG, satu buku rekening Bank BRI telah diamankan.

Kemudian, diamankan pula satu buah HP merk Vivo V17, satu buah HP merk Nokia warna putih, satu buah HP merk Nokia warna hitam, serta satu buah HP merk Samsung.

Atas perbuatannya, TR dijerat Pasal 45A jo Pasal 28 ayat (1) UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun. (Tribunbanyumas/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved