Breaking News:

Berita Semarang

Pemkot Semarang Ancang-ancang Gelar Vaksinasi Covid Tahap Kedua, Rencana Dimulai 21 Februari

Pemerintah Kota Semarang terus menggenjot penyaluran vaksinasi guna mempercepat penanganan Covid-19.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/HERMAWAN HANDAKA
Petugas Puskesmas Pandanaran Kota Semarang memberikan vaksin Covid-19 produksi Sinovac kepada tenaga kesehatan Kota Semarang, di lantai 10 gedung Dinas Kesehatan Kota Semarang, Jumat (15/1/21). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang terus menggenjot penyaluran vaksinasi guna mempercepat penanganan Covid-19.

Terkini, penyaluran vaksinasi tahap pertama yang dikhususkan bagi tenaga kesehatan telah mencapai angka 95,24 persen untuk suntikan dosis pertama atau 17.860 nakes dari 18.752 target sasaran vaksinasi.

Sedangkan untuk suntikan dosis kedua, telah mencapai 68,01 persen atau 12.754 penerima vaksin, juga dari 18.752 target sasaran vaksinasi.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menuturkan, vaksinasi menjadi salah satu harapan bagi Kota Semarang bisa terlepas dari permasalahan Covid-19.

Baca juga: Pemkot Semarang Klaim Kasus Covid Turun, Dinkes: Dampak Positif Program Vaksinasi

Baca juga: Alih Pemasaran, Mantan PSK Argorejo Semarang Tawarkan Diri secara Daring setelah Lokalisasi Ditutup

Baca juga: Sidak Kamar Hunian Narapidana, Petugas Lapas Semarang Temukan HP dan Pisau Rakitan

Baca juga: Puluhan Remaja Tawuran di Depan Pasar Perbalan Semarang Dibubarkan Polisi: Ini Masalah Hati, Pak

Untuk itu, wali kota yang akrab disapa Hendi itu menyambut baik tren positif penyaluran vaksin dosis kedua di Kota Semarang, yang berada di atas rata-rata nasional.

"Harapannya, tentu proses vaksinasi di Kota Semarang bisa terus berjalan lancar, sembari kita terus menguatkan protokol kesehatan dalam menjalankan berbagai aktivitas," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam mengungkapkan, Pemerintah Kota Semarang juga bersiap menyalurkan vaksin tahap kedua.

Kali ini, setidaknya ada 13 kelompok yang akan menjadi sasaran vaksinasi. Di antaranya, aparatur pemerintah daerah, masyarakat lanjut usia, pendidik, pedagang pasar, tokoh agama, anggota DPRD, pejabat negara, TNI/Polri/Satpol PP, pelayan publik (BUMN & BUMD), pekerja transportasi publik, atlet, wartawan atau pekerja media, serta pekerja pariwisata.

Hakam mengungkapkan, vaksinasi tahap kedua akan dimulai setelah tahap pertama selesai, yang ditargetkan bisa dimulai pada tanggal 21 Februari 2021.

"Kelompok masyarakat yang tercakup ini juga dirasa memiliki potensi interaksi yang rentan terhadap Covid-19. Sehingga, diharapkan, dengan menyasar kelompok-kelompok masyarakat tersebut, laju penyebaran Covid-19 dapat ditekan," ujarnya. (*)

Baca juga: Anang Hermansyah Absen Jadi Juri Indonesian Idol, Temani Ashanty dan Anak-anaknya Isolasi Mandiri

Baca juga: Presiden Jokowi Laporkan 12 Barang Gratifikasi Kepada KPK, Didapat Saat Terima Kunjungan Raja Salman

Baca juga: Nama Baim Wong Masuk Bursa Calon Gubernur DKI Jakarta, Tuliskan Hal Ini di Instagramnya

Baca juga: Ruediger Sempat Frustasi Bersama Chelsea di Awal Musim, Semua Karena Frank Lampard

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved