Breaking News:

Berita Semarang

Satlantas Polres Semarang Siap Lakukan Tilang Elektronik, 15 CCTV Telah Dipasang Awasi Pengendara

Satlantas Polres Semarang siap melakukan tilang elektronik. Sebanyak 15 kamera pengawas telah dipasang untuk memantau pelanggar lalu lintas.

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Kasatlantas Polres Semarang AKP Adiel Aristo saat meninjau layanan ATCS di Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang, awal Februari lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Menjelang penerapan sistem Electronic Traffic Laws Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik di wilayah Kabupaten Semarang, Satlantas Polres Semarang memasang 15 kamera pengawas (CCTV).

Kasat Lantas Polres Semarang AKP Adiel Aristo mengatakan, persiapan secara teknis sarana prasarana dinilai telah memadai sehingga sistem ETLE dapat diterapkan sesuai jadwal.

"Sistem ini sejalan dengan visi Kapolri Komjen Listyo Sigit. Kami juga secara internal telah menyiapkan aplikasi berbasis Android bernama Asiap, yang dapat dipakai memfoto pelanggar dan mendeteksi lokasi," terangnya saat dihubungi Tribunbanyumas.com, Senin (15/2/2021).

Baca juga: Di Kabupaten Semarang, Delapan Kecamatan Kini Berstatus Zona Merah Covid-19

Baca juga: Dinilai Efektif Cegah Kerumunan, Dishub Kabupaten Semarang Kaji Perluasan Penutupan Jalan

Baca juga: 30 Orang Alami KIPI Ringan Seusai Jalani Vaksinasi di Kabupaten Semarang

Baca juga: Punya Penyakit Penyerta, Vaksinasi 676 Nakes di Kabupaten Semarang Tertunda

Menurut AKP Aristo, ada 15 CCTV yang telah dipasang sebagai penunjang penerapan ETLE dari hasil koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang.

Ia menambahkan, rencana awal, uji coba ETLE berada di dekat SMK Assalamah Ungaran. Kemudian, di Alun-alun Lama Ungaran, dan di perempatan Polsek Bergas.

"Insyaallah, nanti dari Dishub juga akan menambah kamera CCTV pada lokasi lain, dekat terminal Sisemut Ungaran. Sekarang, kami sedang melakukan sosialisasi selama satu bulan ini," katanya.

AKP Aristo menyatakan, masyarakat yang terkena tilang melalui sistem ETLE akan mendapat blanko pelanggaran yang dikirim pada Samsat dimana data kendaraan tercatat.

Pihaknya mengungkapkan, tagihan tilang dapat dibayarkan melalui Bank BRI. Jika pelanggar enggan membayar denda, data kendaraan bakal diblokir.

"Jika ada klaim barang bukti kendaraan sudah dipindah kepemilikan, dapat disampaikan melalui persidangan. Lalu, aplikasi Asiap yang kami buat, petugas tidak harus kontak dengan pelanggar. Harapannya, tidak ada penyimpangan," ujarnya.

Baca juga: Seekor Kucing Peliharaan di Seoul Positif Covid, Tunjukkan Gejala Muntan dan Lesu

Baca juga: Aurel, Azriel, dan Arsy Positif Covid, Berawal dari Ashanty Alami Demam dan Sesak Napas

Baca juga: Longsor Landa Kawasan Wisata Guci Tegal, 2 Lokasi Ditutup Sementara

Baca juga: Vaksinasi Tahap Dua Segera Dilakukan, Pedagang Pasar, ASN, hingga Anggota DPR Jadi Sasaran

Dirinya mengatakan, batas pembayaran tilang tidak berlaku tetapi batas jadwal persidangan maksimal dua pekan.

Sejauh ini, lanjutnya, petugas kepolisian bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang akan menggiatkan sosialisasi terkait ETLE. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved