Breaking News:

Penanganan Corona

Kasus Positif Covid-19 Masih Tinggi di Kebumen, Pemkab: Disinyalir Kontak Erat dengan Sebelumnya

Dari sejumlah kasus terkonfirmasi positif tersebut, mereka disinyalir kontak erat dengan kasus terkonfirmasi terdahulu di Kebumen.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
POLRES KEBUMEN
DOKUMENTASI - Penyuntikan vaksin kedua untuk Kapolres Kebumen, AKBP Piter Yanottama di RSUD Dr Soedirman Kebumen, Senin (8/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Sekira 36.074 orang  atau 3,00 persen dari jumlah penduduk Kabupaten Kebumen telah menjalani pemeriksaan menggunakan rapid test massal. 

Kabag Humas Setda Kabupaten Kebumen, Eko Purwanto mengatakan, dari laporan resmi yang diterima pihaknya, jumlah tersebut sudah cukup memadai.

Itu bila dibandingkan dengan beberapa negara yang melakukan pemeriksaan sama, angkanya hanya berkisar 2,5 hingga 3 persen dari jumlah penduduk. 

Baca juga: Hari Kelima Pencarian Korban Longsor di Padureso Kebumen, Jemarun Ditemukan di Kendalam 1 Meter

Baca juga: Kapolres Kebumen Sebut Cuaca Jadi Kendala Pencarian Korban Longsor di Kalijering, Tanah Masih Labil

Baca juga: Begini Kronologi Longsor Padureso Kebumen, Pencarian Dua Korban Masih Dilakukan, Terkendala Cuaca

Baca juga: Cerita Penghisap Tembakau Gorila di Kebumen: Takut Saat Pertama Pakai, Lihat Batu Nisan Ada Namaku

Sementara itu, penduduk di Kebumen yang telah menjalani pemeriksaan menggunakan PCR atau pemeriksaan swab tenggorokan sebanyak 24.099 orang (0,20 persen)  dari total penduduk. 

Jumlah itu diklaim sudah memenuhi target pemeriksaan, itu jika dibandingkan dengan  0,1 persen dari jumlah penduduk menurut standar WHO.

"Persediaan PCR atau pemeriksaan swab tenggorokan yang masih menunggu hasilnya keluar dari laboratorium sebesar 255," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (15/2/2021). 

Kasus terkonfirmasi positif Covid-19, Minggu (14/2/2021) bertambah 6 orang.

Dari sejumlah kasus terkonfirmasi positif tersebut, mereka disinyalir kontak erat dengan kasus terkonfirmasi terdahulu. 

Tingginya jumlah kasus terkonfirmasi positif itu, jelasnya, dimungkinkan karena merupakan kasus yang terakumulasi, sebagai akibat keterlambatan diterimanya hasil lab.

Di sisi lain, pihaknya juga mencatatkan angka kesembuhan per 14 Februari 2021 bertambah 3 orang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved