Breaking News:

Penanganan Corona

Mulai 15 Februari, Calon Penumpang Kereta Bisa Cek Covid di 8 Stasiun. Ini Daftar dan Harganya

Penggunaan GeNose C19 sebagai alat deteksi dini Covid-19 di stasiun kereta api diperluas.

Kompas.com/Dokumentasi Kemenhub
Ilustrasi. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menguji alat GeNose C19 di Terminal Kampung Rambutan, Minggu (24/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, YOGYAKARTA - Penggunaan GeNose C19 sebagai alat deteksi dini Covid-19 di stasiun kereta api diperluas.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menambah ketersediaan GeNose C19 di enam stasiun.

Sebelumnya, GeNose hanya tersedia di dua stasiun, yaitu Stasiun Yogyakarta dan Pasar Senen.

Mulai 15 Februari 2021, ada enam stasiun lagi yang menggunakan alat buatan UGM Yogyakarta ini, yaitu Stasiun Gambir, Solo Balapan, Bandung, Cirebon, Semarang Tawang, dan Surabaya Pasar Turi.

Dengan demikian, total ada delapan stasiun yang menyediakan GeNose C19.

"Kami bekerja sama dengan rekan-rekan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menambah GeNose, di mana pada 15 Februari besok, kami tambah lagi GeNose di enam stasiun," ujar Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo saat ditemui di Stasiun Tugu Yogyakarta, Minggu (14/2/2021).

Baca juga: Mulai 5 Februari, Penumpang Kereta Api Bakal Jalani Tes Covid Pakai GeNose UGM

Baca juga: Gantikan Prameks, KRL Yogya-Solo Layani Penumpang Mulai 10 Februari. Berhenti di 11 Stasiun

Baca juga: Mulai 10 Februari, Ada Perubahan Jadwal Kereta Api. Ini Alasan dan Cara Mengeceknya

Baca juga: Calon Penumpang Kereta Kini Bisa Rapid Test Antigen di Stasiun Cepu, Ini Persyaratannya

Ia mengatakan, semenjak digunakan di Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Tugu, GeNose mendapatkan sambutan positif dari masyarakat untuk digunakan sebagai deteksi dini Covid-19.

"Antusiasme masyarakat ini luar biasa karena proses menggunakan GeNose tidak sakit, proses sederhana, dan yang penting, harganya murah. Tiket kereta api ada Rp 70.000, Rp 80.000, kalau pakai tes lain habisnya bisa Rp 150.000," kata Didiek.

Sedangkan, biaya yang digunakan penumpang kereta untuk melakukan tes dengan GeNose yaitu sebesar Rp 20.000.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, dirinya melakukan kunjungan ke Yogyakarta, tepatnya ke Stasiun Tugu, untuk memastikan penggunaan GeNose sebagai alat deteksi dini berjalan dengan baik.

"Saya ke Yogyakarta ini untuk memastikan pemanfaatan GeNose berjalan baik. Kami sudah melakukannya di Tugu dan Pasar Senen," kata dia.

Perluasan penggunaan GeNose di stasiun dinilai penting dilakukan. Apalagi, GeNose merupakan alat buatan Indonesia.

Baca juga: Update Banjir di Kota Pekalongan: 2 Kecamatan Masih Terendam Air, 1407 Jiwa Mengungsi di 17 Titik

Baca juga: Flavio Merasa Beruntung Gabung di NK Solin Kroasia, Ini Alasan Pemain Asing PSIS Semarang Itu

Baca juga: Jalan Menuju Objek Wisata Guci Tegal Ambles di Clirit View, Pengguna Jalan Harus Bergantian

Baca juga: Pencari Rumput Temukan Tengkorak di Petungkriyo Pekalongan, Diyakini Darmun yang Hilang 16 Oktober

"Sehingga, protokol kesehatan dapat diterapkan di mana saja, di kantor-kantor, lapangan terbang, karena ini mudah, tidak sakit, dan murah," kata dia.

Ia mengatakan, penggunaan GeNose harus dipastikan secara profesional sehingga data atau hasil yang didapat juga akurat.

Dalam kunjungannya ke Yogyakarta, Budi Karya Sumadi juga membagikan masker kepada penumpang kereta yang sedang antre untuk melakukan rapid test dan juga test menggunakan GeNose. (*)

Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved