Berita Bisnis

Mulai 10 Februari, Ada Perubahan Jadwal Kereta Api. Ini Alasan dan Cara Mengeceknya

Peningkatan perjalanan membuat PT Kereta Api Indonesia merombak jadwal perjalanan kereta. Perubahan jadwal ini berlaku efektif mulai 10 Februari.

Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Situasi kedatangan penumpang di Stasiun Purwokerto, Jumat (18/12/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA – Peningkatan perjalanan membuat PT Kereta Api Indonesia (KAI) merombak jadwal perjalanan kereta. Perubahan jadwal ini berlaku efektif mulai 10 Februari.

Perubahan ini seiring penerapan Grafik Perjalanan KA (Gapeka) 2021.

"Penetapan Gapeka 2021 ini untuk menggantikan Gapeka 2019 yang sebelumnya digunakan oleh KAI," ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus, dalam keterangannya, dikutip Jumat (5/2/2021).

Mulai 5 Februari, Penumpang Kereta Api Bakal Jalani Tes Covid Pakai GeNose UGM

Jalur Kereta Arah Stasiun Brumbung Kebanjiran, Tiga Perjalanan Kereta Sempat Terhambat

Naik Kereta Api saat Pembatasan Kegiatan Masyarakat, Penumpang Dilarang Ngobrol atau Bertelepon

Bawa Spanduk, Petugas PT KAI Daop 5 Purwokerto Ajak Warga Hati-hati Melintasi Perlintasan Kereta

Kebijakan ini berlaku seiring ditetapkannya Surat Keputusan Menteri Perhubungan No KP 1385 Tahun 2020 tentang Penetapan Grafik Perjalanan Kereta Api Tahun 2021.

Juga, KP 1362 Tahun 2020 tentang Penetapan Lintas Pelayanan Perkeretaapian pada Grafik Perjalanan Kereta Api Tahun 2021.

Jumlah perjalanan KA Penumpang KAI Group yang diakomodir pada Gapeka 2021 adalah 1.838 perjalanan KA per hari.

Angka tersebut naik 3 persen dibanding Gapeka 2019 dengan 1.785 perjalanan KA per hari.

Adapun perjalanan KA Barang yang dapat diakomodir adalah 328 perjalanan KA per hari.

Ini berarti, naik 4 persen dibanding Gapeka 2019 dengan 316 perjalanan per hari.

Joni menjelaskan, ada berbagai faktor yang melatarbelakangi perubahan Gapeka dari 2019 ke 2021.

Pertama, adanya jalur ganda yang dibangun oleh Kementerian Perhubungan seperti di lintas Tambak-Kebumen-Butuh dan Jombang-Mojokerto.

Tak Bisa Beri Bantuan ke Warga, Bupati Banjarnegara Pilih Tak Tutup Pasar saat Jateng di Rumah Saja

Tak Pakai Helm, 2 Pemotor Tak Sadarkan Diri saat Tabrakan di Pengadegan Purbalingga

Tak Ada Barang Hilang, Polisi Menduga Pembunuhan Ki Anom Subekti Rembang Dilatarbelakangi Dendam

Kedua, terdapat peningkatan angka puncak kecepatan di berbagai lintas seperti lintas Pasuruan-Probolinggo yang mencapai 90 km/jam dimana sebelumnya hanya 60 km/jam.

Ketiga, terdapat penambahan lintas baru seperti Binjai-Besitang serta stasiun baru seperti Stasiun Pulau Aie.

Keempat, adanya elektrifikasi lintas Solo Balapan-Yogyakarta.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved