Breaking News:

Berita Jateng

158 Desa di Jateng Jadi Prioritas PPKM Mikro, Masuk Kategori Risiko Tinggi Penularan Covid

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memetakan daerah-daerah yang masuk dalam kategori merah atau oranye yang termasuk risiko tinggi penularan covid.

TRIBUNBANYUMAS/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Gubernur Ganjar memberikan pernyataan terkait PPKM Mikro di kantor gubernur, Senin (8/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengeluarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro.

Aturan ini dibuat usai PPKM Jawa Bali dinilai kurang efektif mencegah penyebaran kasus Covid-19.

Pemberlakuan PPKM Mikro berjalan mulai besok, 9 Februari hingga 22 Februari 2021.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memetakan daerah-daerah yang masuk dalam kategori merah atau oranye yang termasuk risiko tinggi penularan covid.

"Data berdasarkan deteksi daerah atau desa dengan klasifikasi merah, oranye, kuning, dan sebagainya. Data sudah disampaikan ke bupati dan wali kota untuk dikonfirmasi. Kami juga tengah menyiapkan tindakan teknis," kata Gubernur Jateng Ganjar, Senin (8/2/2021).

Pemerintah Terapkan PPKM Mikro 9-22 Februari: Penanganan Covid Tingkat RT, Dilakukan di Wilayah Ini

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Usul ke Presiden, Pedagang Masuk Penerima Vaksinasi Covid Tahap Kedua

Gerakan Jateng di Rumah Saja, Gubernur Ganjar: Berlaku Akhir Pekan, Tempat Wisata Tutup Dulu

Usul ke Pusat, Ganjar Minta PPKM Dilakukan di Seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Bali: Lebih Efektif

Ia menyampaikan, di Jawa Tengah, ada lima kabupaten/kota yang masuk kategori tinggi dan 30 kategori sedang. Penentuan kategori ini berdasarkan 15 indikator.

Daerah dengan risiko tinggi tersebuta da di wilayah Semarang Raya, Banyumas Raya, dan Solo Raya.

Kemudian, pada lingkup kecamatan, ada 25 kecamatan dengan risiko tinggi, 475 risiko sedang, dan 58 kecamatan risiko rendah.

Sedangkan 18 kecamatan, tidak ada kasus covid. Kondisi itu diukur menggunakan 12 indikator.

Lalu, berdasarkan lingkup desa, Ganjar menyebut, ada 158 desa risiko tinggi, 2.468 risiko sedang, dan 1.275 risiko rendah. Serta 4.671 desa tidak ada kasus.

Halaman
12
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved