Breaking News:

Banjir Kepung Semarang

Kota Semarang Masih Berpotensi Hujan Deras, Pengamatan BMKG untuk Tiga Hari ke Depan

Berdasarkan prakiraan musim dari klimatologi pada Februari 2021 berada pada periode puncak musim hujan untuk Pulau Jawa dengan aktifnya Monsun Asia.

Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/IWAN ARIFIANTO
Kondisi banjir di wilayah Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Sabtu (6/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - BMKG mengingatkan agar masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya untuk masih terus waspada terhadap potensi terjadinya hujan deras yang bisa menyebabkan banjir bandang dalam 3 hari ke depan.

Seperti diketahui, hujan deras yang mengguyur Kota Semarang sejak Jumat (5/2/2021) malam mengakibatkan banjir di Jalan Raya Pantura, Mangkang hingga Sabtu siang (6/2/2021).

Dua Warga Tewas Tersengat Listrik, Banjir Masih Kepung Kota Semarang

Banjir Mulai Genangi Permukiman Warga Pukul 02.45, Begini Kondisi Terkini di Mangkang Semarang

Tawarkan Jasa Dorong dan Atasi Motor Mogok di Muktiharjo Kota Semarang, Tri: Lumayan Buat Jajan

Curi Kalung Emas Teman Seusai Mangkal, PSK di Kota Semarang Dipolisikan

Seperti dilansir dari Kompas.com, Sabtu (6/2/2021), forecase on duty (Fod) prediksi BMKG mengungkapkan memang kejadian banjir di Kota Semarang tersebut karena dipicu beberapa kondisi atmosfer.

Dimana itu yang menyebabkan hujan intensitas tinggi atau deras itu terjadi.

Pertama, berdasarkan prakiraan musim dari klimatologi pada Februari 2021 berada pada periode puncak musim hujan untuk Pulau Jawa dengan aktifnya Monsun Asia.

Faktor penyebab yang kedua adalah adanya kondisi La Nina dengan level yang masih moderate di Pasifik yang dapat mempengaruhi peningkatan hujan di Indonesia.

Adanya daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya yang memicu terjadinya hujan lebat.

Fod Prediksi BMKG juga menyebutkan bahwa kondisi tersebut juga didukung dengan masa udara yang labil serta kelembaban udara yang cukup tinggi.

Kelembaban udara yang cukup tinggi itu terjadi dari lapisan bawah hingga lapisan atas.

Sehingga mendukung proses pembentukan awan hujan di Jawa Tengah.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved