Breaking News:

PSBB Jawa Bali

Akhir Pekan Ini Tak Ada Hajatan di Blora, Kalau Sudah Terlanjur Dilarang Ada Prasmanan

Kokok begitu sapaan akrab Djoko Nugroho mengatakan, pihaknya juga akan menerapkan program 'Jateng di Rumah Saja' di Kabupaten Blora.

TRIBUN BANYUMAS/RIFQI GOZALI
Bupati Blora, Djoko Nugroho. 

Sementara untuk pedagang kaki lima, kafe, maupun warung kopi dibatasi sampai pukul 22.00.

Kemudian untuk aktivitas peribadatan di gereja tetap berlangsung dengan jemaah 50 persen dari kapasitas.

"Pasar diatur waktunya."

"Yang punya hajatan, sementara selama dua hari itu ditiadakan," tandasnya.

Bagi warga yang terlanjur menggelar hajatan, akan ada pengawasan dari masing-masing Camat.

Kata Kokok, hajatan yang digelar saat itu tidak diperkenankan ada sajian prasmanan.

"Contoh besok tidak ada lagi hajatan prasmanan, pakai (nasi) dus biar cepet pulang."

"Datang, salaman (namaste), pakai dus, pulang saja."

"Tidak ada makan di tempat," ujar dia.

Lebih lanjut, ujar Kokok, terkait penjagaan di perbatasan Blora dengan Bojonegoro pihaknya akan koordinasi dengan pemerintah provinsi. 

Halaman
123
Penulis: Rifqi Gozali
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved