Breaking News:

Berita Kriminal

Polisi Hentikan Truk Berisi 18 Ton Pupuk Bersubsidi Asal Tuban, Hendak Diedarkan di Blora

Tersangka bernama Dilif Andriyan (27) mencoba menyelundupkan pupuk sekira 8 ton dari Madura ke Kabupaten Blora.

TRIBUN BANYUMAS/RIFQI GOZALI
Ungkap kasus penyelundupan pupuk bersubsidi di wilayah hukum Polres Blora, Kamis (28/1/2021). Pupuk tersebut diedarkan dari seorang pelaku asal Tuban Jawa Timur. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA - Polres Blora menetapkan seorang warga Dukuh Lambangan, Desa Bangunrejo, Kecamatan Soko, Tuban, Jawa Timur sebagai tersangka dalam kasus penyelundupan pupuk bersubsidi.

Tersangka bernama Dilif Andriyan (27) mencoba menyelundupkan pupuk sekira 8 ton dari Madura ke Kabupaten Blora.

Karena Belum Cukup Umur, Mendominasi Permintaan Dispensasi Nikah Sepanjang 2020 di Blora

Sepanjang 2020 di Blora, Pengadilan Catat Ada 1.794 Gugatan Cerai, Mayoritas Diajukan Kaum Hawa

Berstatus Sebagai Penyitas, Bupati Blora Terpilih Dipastikan Tidak Disuntik Vaksin Covid-19

Jatah Pupuk Bersubsidi Tahun Ini Menurun Drastis di Blora, Lilik Beberkan Penyebabnya

Kapolres Blora, AKBP Wiraga Dimas Tama mengatakan, pengungkapan kasus tersebut setelah pihaknya mendapat informasi terkait adanya pembelian pupuk bersubsidi yang akan diedarkan di Blora.

Pada Rabu (27/1/2021) sekira pukul 04.00, pihaknya menghentikan truk bernopol M 8041 UP yang tengah melintas di Blora.

Saat diperiksa, ternyata di bak truk terdapat 160 sak pupuk subsidi jenis ZA.

Masing-masing sak berisi 50 kilogram, artinya pupuk yang diselundupkan sebanyak 8 ton.

"Masing-masing sak berisi 50 kilogram pupuk," ujar AKBP Wiraga kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (28/1/2021).

AKBP Wiraga menambahkan, setelah memeriksa sopir dan kernet kemudian diketahui jika pupuk tersebut milik Dilif Andriyan.

Saat ini, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka.

Polisi menunjukkan barang bukti berupa pupuk yang dimuat dalam bak truk di Mapolres Blora, Kamis (28/1/2021).
Polisi menunjukkan barang bukti berupa pupuk yang dimuat dalam bak truk di Mapolres Blora, Kamis (28/1/2021). (TRIBUN BANYUMAS/RIFQI GOZALI)

Dari pengakuan pelaku saat diinterogasi polisi, pupuk jenis ZA tersebut dibeli dari Madura seharga Rp 141 ribu per sak.

Halaman
123
Penulis: Rifqi Gozali
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved