Senin, 20 April 2026

Berita Jateng

Warga Brebes Rela Utang Demi Berangkat Kerja ke Eropa, Kini Menyesal

awal berangkat dari Indonesia dijanjikan bekerja di Negara Spanyol, kemudian karena mendapatkan pekerjaan yang tidak layak sehingga kabur

Penulis: Wahyu Nur Kholik | Editor: khoirul muzaki
TRIBUN BANYUMAS/HERMAWAN HANDAKA
ilustrasi kapal pesiar 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BREBES - Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Eko Warsito Putro, mengungkap ada 25 warga Brebes yang saat ini masih terjebak dalam sindikat pekerja migran ilegal. 

Mereka awalnya dijanjikan oleh agensi untuk dipekerjakan di negara Spanyol, namun karena pekerjaan dan gaji yang tak layak sehingga melarikan diri ke negara lain seperti Polandia, Portugal dan Yunani. 

"Mereka rata-rata awal berangkat dari Indonesia dijanjikan bekerja di Negara Spanyol, kemudian karena mendapatkan pekerjaan yang tidak layak sehingga kabur, ada yang ke negara Portugal dan negara Yunani," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (8/9/2025). 


Eko mengungkap, modusnya juga rata-rata sama. Mereka diberangkatkan menggunakan visa turis. 

"Para korban tak bisa menolak untuk berangkat,  karena visa baru diberikan pada saat mereka sampai ke bandara dan mendekati waktu pesawat akan terbang," tuturnya.

Pemkab Brebes, kata Eko, sudah berupaya untuk melakukan pemulangan terhadap 25 warga Brebes yang menjadi pekerja migran ilegal tersebut. 

"Upaya pemulangan yang jelas pasti ada, namun para pekerja menolak."

"Alasannya karena mereka sudah terlanjur berhutang untuk biaya pemberangkatan, mau tidak mau mereka terpaksa kerja disana untuk membayar hutang. Meskipun kerja dengan gaji yang kecil karena berstatus pekerja ilegal," terangnya. 

Baca juga: Belum Apa-apa Pengganti Sri Mulyani Merasa Berat dengan Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Eko menyebut puluhan pekerja migran tersebut berasal dari beberapa kecamatan di Brebes diantaranya, Larangan, Bulakamba, Ketanggungan, Larangan, Tanjung, Wanasari, Kersana, Songgom. 

"Paling banyak dari Kecamatan Bulakamba, yaitu 11 korban," ungkapnya. 

Selain 25 korban diatas, ada juga 1 korban lain yang saat ini posisinya berada di Negara Malysia. 

"Saat ini, korban masih kami proses pemulangan. Semoga tidak ada hambatan," tandasya. (pet) 

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved