Breaking News:

Berita Bisnis

KPPU Prediksi Stok Bawang Putih Menipis di Awal April, Ini Solusi yang Ditawarkan

Kajian tersebut berdasarkan data dari Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian dan data impor dari Kementerian Perdagangan.

(TRIBUNNEWS/HERUDIN)
Ilustrasi bawang putih 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Stok bawang putih diperkirakan menipis memasukii bulan April mendatang.

Deputi Kajian dan Advokasi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Taufik Ariyanto mengatakan, KPPU telah melakukan kajian mengenai pasokan dan kebutuhan bawang putih pada awal tahun 2021.

Kajian tersebut berdasarkan data dari Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian dan data impor dari Kementerian Perdagangan.

KPPU memperkirakan, stok awal bawang putih tahun 2021 antara 150.000 ton sampai 178.000 ton.

Kemudian, berdasarkan masukan dari importir selama pandemi, terjadi penurunan konsumsi bulanan yang biasanya sekitar 46.000 ton-48.000 ton turun menjadi sekitar 40.000 ton selama tahun 2020.

Baca juga: Disebut Karena Pandemi, Lahan di Temanggung yang Ditanami Bawang Putih Cuma 225 Hektare

Baca juga: Lahan Lereng Gunung Sindoro-Sumbing di Wonosobo Diproyeksi Jadi Tempat Budidaya Bawang Putih

Baca juga: Enam Kluster Pariwisata Dikembangkan Bertahap di Batang, Contohnya Alun-alun Kecamatan Bawang

Baca juga: Selokan Air Dipenuhi Puluhan Karamba, Begini Cara Warga Desa Bawang Batang Budidaya Ikan Tawar

Berdasarkan kajian tersebut, KPPU mendapat tiga skenario perhitungan stok dan kebutuhan bawang putih.

Skenario pertama, dengan estimasi konsumsi bawang putih tinggi, yakni 48.000 ton per bulan. Maka akumulasi konsumsi pada Januari-Maret 2021 mencapai 144.000 ton.

Skenario kedua, dengan estimasi konsumsi bawang putih sedang, yakni mencapai 45.000 ton per bulan. Maka akumulasi konsumsi pada Januari – Maret 2021 mencapai 135.000 ton.

Skenario ketiga, dengan estimasi konsumsi bawang putih rendah, yakni mencapai 40.000 ton per bulan. Maka akumulasi konsumsi pada Januari-Maret 2021 mencapai 120.000 ton.

"Dari skenario hitung-hitungan kami, stok awal April (2021) sudah minus alias sudah di bawah tingkat konsumsi bulanan. Ini yang memungkinkan akan mendorong terjadinya kenaikan harga. Critical point-nya adalah akhir Maret dan awal April akan ada potensi kenaikan harga," kata Taufik dalam konferensi pers virtual, Jumat (22/1/2021).

Halaman
123
Editor: rika irawati
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved