Berita Banjarnegara
Akses ke Dieng via Banjarnegara Terancam Putus, Longsor di Tikungan Gripit Banjarmangu Makin Parah
Selain merusak rumah, pergerakan tanah juga dapat memicu longsor di jalan provinsi ruas Banjarmangu-Karangkobar.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Pergerakan tanah di Desa Gripit Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara kian parah. Selain merusak rumah, pergerakan tanah juga dapat memicu longsor di jalan provinsi ruas Banjarmangu-Karangkobar.
Jalan itu sekaligus menghubungkan Kabupaten Banjarnegara dengan Kabupaten Pekalongan via Kalibening. Jalur itu juga menjadi akses menuju kawasan wisata Dieng via Banjarnegara.
Material longsor bahkan telah menutup sebagian badan jalan dengan volume tebal.
Kendaraan sulit berpapasan karena timbunan longsor di jalan. Pengendara harus ekstra hati-hati dan berjalan pelan saat melintasi lokasi longsor.
Di atas tebing, tampak rumah warga yang terancam terseret pergerakan tanah. Tanah tebing terus merayap mengarah ke jalan raya di bawahnya.
"Itu di atasnya ada rumah, terus di bawahnya jalan. Tanah bergerak terus kalau hujan, " kata Karyanto, pengguna jalan, Jumat (22/1/2021)
Baca juga: Angin Segar Buat Warga Banjarmangu Banjarnegara, Maret 2021 Betonisasi Jalan Pucang-Jenggawur
Baca juga: 20 Warga Mengungsi Akibat Tanah Gerak di Desa Glempang Banjarnegara, Lebar Retakan Capai 60 Cm
Baca juga: Tak Lagi Gelap, Jalan Wanasari Argasoka-Kepetek Banjarnegara Kini Diterangi Lampu Bertenaga Surya
Baca juga: Sering Mengeluhkan Pusing, Anwarudin Malah Ditemukan Tewas di Kebun Albasia Banjarnegara
Karyanto merupakan pedagang bahan pokok di komplek kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Desa Kesenet, Banjarmangu.
Setiap hari , dia melintasi jalan provinsi tersebut, dari rumahnya di Desa Prendengan, Banjarmangu, menuju kios.
Ia mengaku waswas setiap kali melintasi jalan tersebut. Dari jalan, pemandangan tebing yang longsor tampak mengerikan.
Terlebih, saat hujan, tebing yang sebagian materialnya telah terlepas itu menjadi lebih labil karena terkikis air hujan.
Ia khawatir, pergerakan tanah yang terus terjadi membuat tebing ambrol dan menutupi seluruh badan jalan.
Padahal, jalan itu merupakan jalur ramai kendaraan dan penghubung beberapa kecamatan.
Kondisi jalan yang menikung dari arah atas, atau Karangkobar, cukup berbahaya. Pengendara bisa terlambat menyadari atau terkaget ketika tiba-tiba menjumpai ada material longsor di depannya.
Sebelum lokasi longsor, dari arah Banjarnegara, juga berupa tanjakan sehingga material longsor tidak terlihat dari kejauhan oleh pengendara.
"Kalau siang ada yang petugas yang berjaga, sekaligus mengatur lalu lintas. Tapi, kalau malam, gak ada yang jaga, penerangan kurang, kalau tiba-tiba longsor, bisa membahayakan pengendara," kata dia.
Baca juga: Benteng Vastenburg Solo Disulap Jadi Rumah Sakit Lapangan Covid, Pembangunan Dimulai Hari Ini
Baca juga: Truk Bermuatan Minuman Isotonik Terguling di Jalan Tembus Sarangan Tawangmangu, Warga Jarah Muatan
Baca juga: Anak di Salatiga Gugat Ibu ke Pengadilan Gara-gara Mobil Fortuner
Baca juga: PS5 Resmi Meluncur di Pasar Indonesia, Gamer Masih Harus Antre setelah Pembeli Pre-order