Berita Nasional

Miliki Stok 600 Juta Dosis Vaksin Covid, Menkes: Indonesia Beruntung

Indonesia telah mengamankan stok vaksin Covid-19 hingga 600 juta dosis.

Editor: rika irawati
Tangkap layar kanal YouTube Sekretariat Presiden
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Indonesia telah mengamankan stok vaksin Covid-19 hingga 600 juta dosis. Terkait jumlah ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut Indonesia sebagai negara beruntung.

Menurut dia, jumlah vaksin yang dimiliki tersebut setara dengan 150 persen dari target jumlah vaksin.

"Sampai sekarang, kondisinya, kita sudah memiliki secure komitmen delivery itu sekitar 300 jutaan vaksin, kita memiliki opsi delivery jadi produksinya sudah firm, tapi deliverynya masih opsi sekitar 300 juta vaksin. Jadi, kita sudah memiliki coverage 600 juta vaksin atau sekitar 150 persen dari target kita," ujar Budi saat menjadi pembicara dalam acara 11th Kompas 100 CEO Forum, Kamis (21/1/2021).

Saat ini, jumlah penduduk Indonesia berjumlah 269 juta orang. Untuk mencapai herd immunity, harus dilakukan vaksinasi kepada 188 juta rakyat yang berusia di atas 18 tahun.

Namun, sebanyak 7 juta orang yang masuk dalam kategori, merupakan ibu hamil, komorbid, dan penyintas Covid-19, harus dari target vaksinasi.

"Kami sudah keluarkan ibu hamil, komorbid dan yang sudah kena Covid, ada 181 juta. Membutuhkan dua kali vaksin, dua dosis, (jadi jumlahnya) 360 juta. Kami ada 15 persen tambahan. Jadi, kita membutuhkan 426 juta vaksin," kata mantan Direktur Bank Mandiri itu.

Baca juga: Demi Liga 1 dan 2 Berlanjut, PT LIB Siap Sediakan 1500 Vaksin Covid-19

Baca juga: Ngesti Serasa Digigit Semut, Wakil Bupati Jadi Orang Pertama Disuntik Vaksin di Kabupaten Semarang

Baca juga: Pernah Terpapar Corona, Wali Kota Semarang Hendi Absen dari Daftar Penerima Vaksin Covid

Baca juga: Vaksinasi Covid di Jateng Resmi Dimulai, Gubernur Ganjar Mengaku Lapar seusai Disuntik Vaksin

Budi menambahkan, 600 juta vaksin tersebut berasal dari produsen berbeda.

Misalnya adalah Sinovac dari China, AstraZeneca dari Inggris, Pfizer dari Amerika Serikat dan Jerman, serta Novavax dari Amerika Serikat.

"Jadi, empat yuridiksi secara geo politik juga kita lebih nyaman narasinya, empat sumber berbeda dengan teknologi berbeda juga. Saya ingin sampaikan bahwa Indonesia termasuk salah satu negara yang berhasil mensecure jumlah vaksinnya dengan cepat dan aman," ucap dia.

Mantan Wakil Menteri BUMN itu memaparkan, saat ini, jumlah populasi dunia sebesar 7,8 miliar orang. Untuk mencapai target herd immunity, dibutuhkan 5,5 miliar orang divaksinasi.

Untuk memvaksinasi 5,5 miliar orang, dibutuhkan 11 miliar dosis vaksin Covid-19.

Sementara itu, kemampuan produksi vaksin di seluruh dunia dalam setahun hanya mampu memproduksi sebanyak 6,2 miliar dosis vaksin.

Namun, kapasitas produksi itu tak bisa digunakan semuanya untuk memproduksi vaksin Covid-19 saja. Sebab, vaksin untuk TBC, rubella, dan lainnya harus tetap diproduksi.

Baca juga: Liga 1 2020 Stop, Begini Rencana Manajemen PSIS bagi Pemain dan Karyawan Klub

Baca juga: Tertangkap, Pelaku Pembacokan di Poskamling Bendapete Jepara Ngamuk Korban Tolak Diajak Minum Miras

Baca juga: Sah, Pasangan Ngebas Calon Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Semarang Periode 2021-2026

Baca juga: Ada Cashback Rp 400 Ribu untuk Pembelian Vivo V20, Ini Spesifikasinya

Budi pun mengasumsikan kemampuan produksi vaksin Covid-19 di dunia hanya setengah dari total kemampuan produksi.

Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan vaksin di seluruh dunia, dibutuhkan waktu sekitar 3,5 tahun.

"Jadi, ini masalah di level dunia yang WHO concern. Kita beruntung karena sudah mengunci sampai 600 juta sehingga kondisi Indonesia adalah aman," ungkapnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menkes: Indonesia Telah Mengunci 600 Juta Dosis Vaksin Covid-19".

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved