Breaking News:

Gunung Merapi Terkini

Belum Mengungsi meski Merapi Keluarkan Awan Panas, Warga Sidorejo Klaten: Lebih Takut Kena Covid-19

Mereka masih takut mengungsi lantaran khawatir tertular virus Covid-19 meski waswas akibat aktivitas Merapi juga menghantui.

KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA
Aktivitas Gunung Merapi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KLATEN - Meningkatnya aktivitas Gunung Merapi di tengah pandemi Covid-19 membuat warga Warga kawasan rawan bencana (KRB) Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, merasa dilema.

Mereka masih takut mengungsi lantaran khawatir tertular virus Covid-19 meski waswas akibat aktivitas Merapi juga menghantui.

Gunung Merapi di perbatasan Jateng-DIY dinaikkan statusnya dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III) pada 5 November 2020.

Warga Desa Sidorejo, Sukiman, menjelaskan, alasan warga belum mengungsi ke selter pengungsian karena potensi bahaya erupsi Gunung Merapi diperkirakan mengarah ke sisi selatan-barat daya.

"Tidak ada yang mengungsi, saat ini. Karena keluar awan panas ini yang sebenarnya kami tunggu-tunggu bahwa arahnya sudah ke barat daya. Ancaman, saya kira potensinya ke barat," kata Sukiman saat dihubungi Kompas.com, Senin (18/1/2021).

Baca juga: Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas, BPPTKG Ingatkan Penambangan di Hulu Kali Krasak

Baca juga: Siaga, Gunung Merapi Luncurkan Guguran Material Sepanjang 1.500 Meter Arah Kali Lamat

Baca juga: Di Tengah Ancaman Erupsi, Musimin Tetap Setia Menyelamatkan Anggrek Khas Gunung Merapi

Penasihat Radio Paguyuban Sabuk Gunung (Pasag) Merapi ini menambahkan, alasan lain warga belum mengungsi karena khawatir tertular Covid-19 di tempat pengungsian.

Menurut dia, ada tiga dusun Sidorejo yang masuk kawasan rawan bencana Gunung Merapi, yakni Deles, Mbangan, dan Petung Lor.

"Karena melonjaknya Covid-19, warga lebih takut terkena Covid-19 ketimbang Merapinya," kata dia.

Sukiman mengatakan, warga sudah memiliki konsep pengungsian sebagai bentuk antisipasi dampak erupsi, sekaligus antisipasi penularan virus di tengah pandemi Covid-19.

Sistem pengungsian yang telah disiapkan tersebut adalah sister family atau persaudaraan kekeluargaan.

Halaman
12
Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved