Selasa, 28 April 2026

Berita Kudus

Plt Bupati Kudus Hartopo Cek Pabrik Rokok: Selama PSBB, Djarum Pangkas Pekerja Jadi 1.100 Buruh

PT Djarum memangkas tenaga kerjanya yang semula 4.000 orang menjadi 1.100 orang, selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RAKA F PUJANGGA
Sejumlah pekerja PT Djarum Kudus melinting rokok di Brak Djarum Kaliputu, Jumat (15/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - PT Djarum memangkas tenaga kerjanya yang semula 4.000 orang menjadi 1.100 orang, selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Hal ini diketahui saat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kudus meninjau aktivitas pekerjaan di Brak Djarum Kaliputu, Jumat (15/1/2021).

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, pelaksanaan pembatasan aktivitas sudah dijalankan secara baik.

"Jumlah pekerja yang tadinya 4.000 orang sekarang hanya menjadi 1.100 orang yang aktif," jelas dia.

Baca juga: Ayah di Kudus Tega Cabuli Anak secara Berulang, Komnas PA Minta Sanksi Kebiri

Baca juga: Siap Gantikan Tamzil Jadi Bupati Kudus, Hartopo Tak Persoalkan Jika Tak Miliki Wakil

Baca juga: Kasus Korupsi Tamzil Inkrah, Hartopo Segera Dilantik sebagai Bupati Kudus

Baca juga: Ingin Perluas TPA Tanjungrejo, Dinas PKPLH Kudus Siapkan Dana Rp 5 Miliar

Kemudian, Djarum dinilai juga sudah menerapkan protokol kesehatan, satu di antaranya, mengukur suhu pegawai.

Lalu, menyediakan tempat cuci tangan sebelum masuk kerja dan mewajibkan pegawai memakai masker.

"Sudah, semua protokol kesehatan diterapkan," ujar dia.

Dengan pelaksanaan tersebut, Hartopo menyebutkan, sangat kecil kemungkinan terjadi penularan virus.

‎Apalagi, antar pekerja diberi sekat dari akrilik untuk mencegah penularan melalui droplet pekerja.

"Karena ada SOP (standar operasional prosedur-red) sehingga Djarum tidak menjadi klaster," ujar dia.

Sementara itu, Vice President Djarum Foundation, FX Supanji menyampaikan, penerapan protokol kesehatan yang ketat untuk melindungi pegawai beserta keluarganya.

"Kami ingin melindungi karyawan dan keluarganya, karena di sini, kami punya puluhan ribu pegawai," ujar dia.

Baca juga: Guru Agama Islam Kebumen Ngadu ke Bupati, Minta Diikutkan Perekrutan 1 Juta Guru PPPK 2021

Baca juga: Warga yang Masuk Kriteria Ini Tak Bisa Divaksin Covid, Penderita Asma dan TBC Ada Syaratnya

Baca juga: Jadi Korban Bencana Tanah Gerak, 40 Warga Banjaran Purbalingga Terima Bantuan Paket Sembako

Baca juga: Korem 074 Warastrama Solo Bangun Rumah Sakit Lapangan Covid-19 di Benteng Vastenburg, Ini Alasannya

Pegawai Djarum juga dilarang melakukan perjalanan jauh atau akan menjalankan isolasi mandiri.

"Saat libur, yang punya istri saja tidak boleh pergi ke luar kota," ujar dia.

Menurutnya, saat ini, pihaknya menerapkan sistem kerja hanya satu shift. Pekerja juga dipangkas ke beberapa brak.

"Dari 4.000 pekerja, yang bekerja 1.100 orang. Yang lainnya kami sebar di beberapa brak," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved