Breaking News:

Berita Bisnis

Harga Cabai Rawit Merah di Batang Tembus Rp 88 Ribu/Kg, Pedagang dan Pembeli Resah

Harga cabai rawit merah di Pasar Batang terus merangkak naik hingga tembus Rp 88 ribu per kilogram, Selasa (12/1/2021).

TRIBUNBANYUMAS/DINA INDRIANI
Janah, pedagang cabai di Pasar Batang, melayani pembeli, Selasa (12/1/2021). Harga cabai rawit merah di Pasar Batang tembus Rp 88 ribu per kilogram dan membuat pedagang maupun pembeli resah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Harga cabai rawit merah di Pasar Batang terus merangkak naik hingga tembus Rp 88 ribu per kilogram, Selasa (12/1/2021).

Kondisi ini tak hanya membuat pembeli kelimpungan tetapi juga pedagang mulai resah.

Satu di antara pedagang Pasar Batang, Janah mengatakan, kenaikan harga cabai terjadi bertahap sejak beberapa pekan lalu.

"Kalau harga cabai rawit merah sekarang, Rp 85 ribu-Rp 88 ribu per kilogram. Padahal, biasanya, harga cabai rawit merah hanya separonya, sekitar Rp 45 ribu-Rp 50 ribu perkilo," jelasnya di pasar, Selasa.

"Sedangkan untuk cabai rawit biasa, harga Rp 50 ribu-Rp 55 ribu per kilo," imbuhnya.

Baca juga: Mobil Luxio Terbakar di Depan SDN 07 Kasepuhan Batang, Api dari Mesin Sambar Jeriken BBM di Belakang

Baca juga: 2 Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Bakal Dibangun di Kabupaten Batang dan Kendal

Baca juga: Taman Buah Desa Kalisalak Bakal Jadi Ikon Baru di Batang, Luasannya Capai 25 Hektare

Baca juga: 372.080 Warga Batang Diusulkan Jadi Penerima Vaksin Covid-19, Berikut Hasil Pendataan Dinkes

Menurutnya, harga cabai yang melonjak naik membuat pembeli protes. Bahkan, tak sedikit yang batal membeli.

"Ya, mau bagaimana lagi, memang harga sudah mahal. Banyak pembeli yang protes akhirnya tidak jadi beli," tuturnya.

Tidak hanya Janah, pedagang lain cabai, Rini, juga merasakan keresahan atas kenaikan harga cabai.

Agar tidak terlalu banyak merugi, dia menyiasati dengan mengurangi jumlah cabai yang dijual.

"Karena harganya saat ini masih mahal, saya kurangi kulakan cabai. Jadi, tidak banyak rugi, misal tidak laku dan busuk," ujarnya.

Menurut Rini, naiknya harga cabai karena pengaruh musim hujan.

Banyak petani cabai gagal panen sehingga stok cabai di tingkat petani tidak terlalu banyak.

"Kemungkinan besar karena musim hujan jadi banyak petani yang gagal panen. Hampir setiap tahun, saat musim hujan, harga naik," ujarnya. (*)

Baca juga: Kabupaten Semarang Terima 8 Ribu Dosis Vaksin Covid-19, Tahap Pertama Bagi 4.575 Tenaga Kesehatan

Baca juga: Pelaku Pencabulan Gadis Usia 15 Tahun Ditangkap, Berikut Hasil Pemeriksaan di Polresta Banyumas

Baca juga: RSUD Karanganyar Dipastikan Bangun Gedung ICU Tahun Ini, Kapasitasnya Ada 20 Tempat Tidur

Baca juga: dr Trisada Indra Puri Meninggal Karena Terpapar Covid-19, Bupati Temanggung: Jadi Cambuk Bersama

Penulis: dina indriani
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved