Breaking News:

PSBB Jawa Bali

Selama Pembatasan Kegiatan, Naik Bus AKAP di Pulau Jawa Tak Wajib Rapid Test PCR atau Antigen

Sejumlah aktivitas akan dibatasi, termasuk kegiatan bepergian ke luar kota naik kendaraan umum, semisal bus antar kota antar provinsi (AKAP).

TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Ilustrasi. Suasana Terminal Tipe A Tegal seusai bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) diperbolehkan beroperasi oleh Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Sabtu (13/6/2020) malam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA – Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Pulau Jawa-Bali diterapkan mulai hari ini, Senin (11/1/2021).

Sejumlah aktivitas akan dibatasi, termasuk kegiatan bepergian ke luar kota naik kendaraan umum, semisal bus antar kota antar provinsi (AKAP).

Satu di antara syarat yang harus dipenuhi penumpang jika ingin naik bus AKAP menuju Bali, yaitu wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau nonreaktif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan.

Sedangkan bagi yang bepergian masih di Pulau Jawa namun menuju provinsi berbeda, akan dilakukan tes acak (random check) rapid test antigen jika diperlukan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 daerah.

Selain itu, pejalan wajib mengisi e-HAC Indonesia.

Baca juga: Pembatasan Kegiatan Berlaku Mulai Besok, Berikut Panduan Melakukan Perjalanan di Jawa dan Bali

Baca juga: Pembatasan Kegiatan di Purbalingga, Toko Modern Buka sampai Pukul 19.00 WIB kecuali di Sekitar RS

Baca juga: 23 Daerah di Jawa Tengah Terapkan PSBB Mulai 11 Januari 2021, Berikut Daftar Lengkapnya

Baca juga: PPKM Banyumas, Sektor Pariwisata Ditutup Total Selama Dua Pekan, Hajatan Juga Dilarang Digelar

Syarat di atas berdasarkan dari Surat Edaran (SE) Nomor 1 Tahun 2021 Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Sedangkan untuk jumlah kapasitas penumpang yang boleh dimuat dalam bus, masih mengikuti Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 41 Tahun 2020.

Dalam PM tersebut dituliskan, kendaraan bermotor umum berupa mobil penumpang dan mobil bus dilakukan pembatasan jumlah penumpang dari jumlah kapasitas tempat duduk dan penerapan jaga jarak fisik (physical distancing).

Jika mengacu SE Kemenhub Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pedoman dan Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Sarana Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru, jumlah kapasitas penumpang bus maksimum 70 persen dari jumlah kapasitas kursi.

Sedangkan angkutan taksi, sewa khusus, atau sewa umum, maksimal load factor yang bisa dibawa adalah 50 persen dari jumlah seluruh kursi di kabinnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Selama PSBB Jawa-Bali Bus AKAP Dilarang Bawa Penumpang Penuh".

Baca juga: Tim Evakuasi Kunci Diduga Lokasi Black Box Pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Hari Ini Bakal Diangkat

Baca juga: 5 Berita Populer: Polsek Petanahan Kebumen Diteror Order Fiktif-Anak di Demak Kekeuh Polisikan Ibu

Baca juga: Waspada, Hujan Petir Diperkirakan Terjadi di Purbalingga Siang Ini

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Senin 11 Januari 2021 Rp 1.960.000 Per 2 Gram

Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved