Breaking News:

Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

Warga Srinahan Pekalongan Jadi Korban Laka Sriwijaya Air, Keinginan Ayah Disuapi Tak Akan Terwujud

Beberapa hari terakhir, Didik tidak memberikan kabar. Padahal, biasanya, hampir setiap hari dia berkomunikasi dengan keluarga di Pekalongan.

TRIBUNBANYUMAS/INDRA DWI PURNOMO
Inda Gunawan, kakak Didik Gunardi, menunjukkan foto sang adik yang menjadi korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air di rumah duka di Desa Srinahan, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Minggu (10/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KAJEN - Inda Gunawan (49), kakak kandung Didik Gunardi menceritakan, terakhir komunikasi dengan adiknya terjadi pada Rabu (6/1/2021), melalui WhatsApp video call.

"Saya, terakhir komunikasi dengan Didik itu Rabu kemarin. Biasanya, setiap hari, dia menanyakan kabar ponakan dan bapak. Bahkan, dia meminta bapak datang ke Jakarta. Namun, karena Covid-19, tidak bisa ke sana," cerita Gunawan.

"Terakhir, bilang ke saya, jaga kesehatan dan selalu memakai masker," kata Gunawan saat ditemui di rumahnya di Srinahan, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Minggu (10/1/2021).

Baca juga: Anak Mantan Kades Srinahan Pekalongan Jadi Korban Laka Sriwijaya Air: Pilot NAM Air, Berangkat Dinas

Baca juga: Cerita Kakak Captain Didik, Pilot NAM Air Korban Laka Sriwijaya Air: Ke Pontianak Ambil Pesawat

Baca juga: Tim Gabungan Temukan Serpihan Pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Mulai Pecahan Ban Hingga Potongan Tubuh

Baca juga: Bawa 53 Penumpang dan 12 Awak, Berikut Kornologi serta Fakta Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182

Gunawan mengaku tak memiliki firasat terkait kecelakaan yang akan menimpa sang adik.

Hanya, beberapa hari terakhir, Didik tidak memberikan kabar. Padahal, biasanya, hampir setiap hari dia berkomunikasi dengan keluarga di Pekalongan.

Namun, menurut Gunawan, sebelum kecelakaan pesawat, sang ayah memiliki firasat akan datangnya musibah.

"Bapak saya, Ruslani (79), kemarin bilang pingin ketemu Didik. Kok sudah satu tahun lebih tidak pulang. Ayahnya pingin disuapin makan sama Didik," ungkapnya.

Lebih aneh, pagi tadi, saat anak Gunawan bermain di depan pintu, Ruslani menegur karena akan ada jenazah yang datang.

"Tadi pagi, anak saya bermain di depan pintu rumah ditegur sama bapak dan ngomong 'ojo dolanan ning ngarep lawang, meh ono jenazah teko' (jangan bermain di depan pintu, akan ada jenazah datang). Padahal, bapak belum dikabari terkait berita tersebut," kata Gunawan.

"Akhirnya, bapak saya ungsikan ke rumah yang ada di Kota Pekalongan. Takutnya, banyak warga datang ke rumah dan juga fisik sudah tua. Tapi, nanti bapak akan dikabari info itu," imbuhnya.

Baca juga: Pembatasan Kegiatan Berlaku Mulai Besok, Berikut Panduan Melakukan Perjalanan di Jawa dan Bali

Baca juga: Menyusul Ratu Elizabeth dan Pangeran Philip, Paus Fransiskus Bakal Divaksin di Vatikan

Baca juga: Hapus Honorer, Pemerintah Buka 1 Juta Lowongan Guru Jalur PPPK Tahun Ini

Baca juga: Menang 0-4 Atas Granada, Barcelona Mulai Pede Bahas Perebutan Gelar Liga Spanyol

Gunawan mengatakan, Didik merupakan adik bungsu.

"Harapan kami, mudah-mudahan ada keajaiban, meskipun sepertinya tidak mungkin. Tapi, itu sudah rencana Allah SWT semoga yang terbaik untuk kami semua," harapanya.

Gunawan menambahkan, rencananya, sore ini keluarga akan ke rumah adiknya di Perum Grand Bekasi.

"Sore ini, rencananya, kami akan berangkat ke Bekasi," tambahnya. (*)

Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved