Berita Nasional
Ba'asyir Tiba di Ngruki Sukoharjo, Tim Pengacara Muslim: Akan Fokus Bersama Keluarga
Ba'asyir naik mobil berwarna putih bernomor polisi AD 1138 WA. Mobil putih itu, berada di belakang mobil sedan yang ditumpangi Tim Pengacara Muslim.
Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, SUKOHARJO - Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki Sukoharjo Abu Bakar Ba'asyir, tiba di pesantren pukul 13.45 WIB setelah perjalan jauh dari Lapas Gunung Sindur, Jawa Barat, Jumat (8/1/2021).
Ba'asyir naik mobil berwarna putih bernomor polisi AD 1138 WA. Mobil putih itu, berada di belakang mobil sedan yang ditumpangi Tim Pengacara Muslim (TPM).
Satu di antara anggota TPM, Achmad Michdan, menyampaikan, sebelum pulang dari Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Ba'asyir telah dicek kesehatan.
"Dites tensi darah dan kesehatannya. Keseluruhan kondisi ustaz (Abu Bakar Ba'asyir, red) dalam keadaan sehat," ucapnya kepada wartawan, Jumat (8/1/2021).
Baca juga: Abu Bakar Baasyir Bebas: Dikawal Densus 88 dan Mobil Ambulans, Keluar dari Lapas Pukul 05.28 WIB
Baca juga: Jalani Hukuman 15 Tahun Penjara, Terpidana Kasus Terorisme Abu Bakar Baasyir Bebas 8 Januari 2021
Baca juga: Alami Demam Tinggi dan Radang, Napi Terorisme Abu Bakar Baasyir Dilarikan ke RSCM Jakarta
Michdan menyampaikan, sementara ini, Abu Bakar Ba'asyir akan fokus bersama keluarga.
"Silaturahim beliau yang terputus pada keluarga. Kami minta itu menjadi prioritas," terangnya.
Setelah itu, lanjut dia, baru akan dibuka silaturahim dengan para tokoh.
"Ya, yang barangkali memiliki kerinduan bersilaturahim, kami jadwalkan sedemikian rupa. Tidak lupa dengan protokol kesehatan," jelasnya.
Menurutnya, dalam perjalanan dari Gunung Sindur ke Sukoharjo, ada pihak yang mendampingi.
"Ada BNPT, Densus 88, dan petugas dari LP Gunung Sindur. Jadi, lengkap, ada kapolsek, danramil, dan sebagainya," ungkapnya.
Dia menyampaikan, dalam perjalanan pengamanan, pihaknya menyerahkan kepada Densus 88 Antiteror.
"Pengamanan diserahkan kepada Densus 88 yang secara silence. Dan itu dilakukan secara estafet karena melewati beberapa wilayah hukum. Polda Jabar ke Polda Jateng," ujarnya. (*)
Baca juga: 80 Anak Yatim Diajak Wisata Yayasan Jumat Barokah Banjarnegara, Kevin Jadi Teringat Almarhum Ayah
Baca juga: Ini 9 Ruas Jalan di Kota Semarang yang Ditutup 11-25 Januari, Termasuk Simpang Lima dan Kota Lama
Baca juga: Terancam Batal, Popda Eks-Karesidenan Banyumas 2021 Tunggu Kepastian Tim Satgas Penanganan Covid-19
Baca juga: Ingin Tahu Perkembangan Aktivitas Gunung Merapi? Ini Link Pantauan dari BPPTKG Yogyakarta