Breaking News:

Gunung Merapi Terkini

Warga Babadan Kabupaten Magelang Mengungsi Lagi setelah Dengar Gemuruh Merapi setiap Malam

Meningkatnya aktivitas Gunung Merapi membuat warga di lereng gunung tersebut di Kabupaten Magelang kembali mengungsi.

Editor: rika irawati
KOMPAS.COM/IKA FITRIANA
Anggota TNI dan BPBD Kabupaten Magelang menolong seorang lansia asal Dusun Babadan I, Desa Patena, Kecamatan Dukun, yang hendak dievakuasi ke TEA di Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Selasa (5/1/2021). Warga dievakuasi karena aktvitas Gunung Merapi meningkat. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, MAGELANG - Meningkatnya aktivitas Gunung Merapi membuat warga di lereng gunung tersebut di Kabupaten Magelang kembali mengungsi.

Warga sempat mengungsi saat status Merapi naik menjadi Siaga pada November 2020. Namun, lantaran aktivitas gunung cenderung landai, warga akhirnya pulang ke rumah masing-masing.

Seorang warga Dusun Babadan I, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Nur Intan (21), mengaku mulai mendengar gemuruh dari arah puncak Gunung Merapi.

Dusun Babadan I adalah salah satu dusun yang direkomendasikan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Geologi (BPPTKG) untuk dikosongkan karena masuk kawasan rawan bencana (III).

"Sudah beberapa terakhir, kemarin (mendengar) gemuruh terus, setiap hari ada suara itu. Jadi ikut ngungsi lagi," ujar Intan, ditemui di Tempat Evakuasi Akhir (TEA) Balai Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Rabu (6/1/2021).

Baca juga: UPDATE MERAPI: Muncul Guguran Lava Pijar Berdurasi 32 Detik di Sisi Barat Daya ke Alur Sungai Boyong

Baca juga: Siaga, Gunung Merapi Luncurkan Guguran Material Sepanjang 1.500 Meter Arah Kali Lamat

Baca juga: Berawal dari Pinjam HP Pacar, Remaja dan 2 Temannya di Magelang Jadi Tersangka Kasus Pornografi

Baca juga: KBM Tatap Muka Kembali Ditunda di Magelang, Wali Kota: Kami Tak Ingin Sekolah Jadi Klaster Baru

Intan bersama 245 warga Babadan I lain dievakuasi pada Selasa (5/1/2021), ke desa penyangga (sister village) Desa Banyurojo.

Sebagian besar mereka adalah kelompok rentan, yakni wanita, orang tua/lansia, ibu hamil/menyusui, anak-anak, orang sakit, dan difabel.

Koordinator Pengungsi Dusun Babadan 1, Wahyudi menjelaskan, warga yang mengungsi lagi ini adalah warga yang sebelumnya sudah mengungsi ketika Merapi naik status dari waspada ke siaga, November 2020 lalu.

Pada 14 Desember 2021 mereka pulang ke rumah masing-masing. Walau begitu, mereka menyatakan siap dan bersedia jika sewaktu-waktu harus dievakuasi lagi seiring perkembangan aktivitas Gunung Merapi.

"Pas kami pulang, ada penurunan (aktivitas Merapi). Tapi sekarang, ada kenaikan lagi sehingga kami mengungsi lagi sesuai imbauan pemerintah. Waktu itu, kami buat surat pernyataan kalau 'kami tetap ngikuti anjuran pemerintah'," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved