Breaking News:

Berita Magelang

Berawal dari Pinjam HP Pacar, Remaja dan 2 Temannya di Magelang Jadi Tersangka Kasus Pornografi

Ketiga remaja itu adalah SAS (19), AP (17) dan TA (16). Mereka merupakan warga Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang.

Thinkstock/AndreyPopov
Ilustrasi pornografi 

TRIBUNBANYUMAS.COM, MAGELANG - Tiga remaja di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, ditetapkan sebagai tersangka kasus pornografi. Ketiganya diduga menyebarkan foto asusila remaja lain lewat ponsel.

Ketiga remaja itu adalah SAS (19), AP (17) dan TA (16). Mereka merupakan warga Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang.

Kasat Reskrim Polres Magelang AKP Hadi Handoko menjelaskan, kasus ini terungkap bermula dari laporan orangtua korban pada 4 Desember 2020.

"Kami mendapatkan laporan dari orangtua korban bahwa anaknya menjadi korban penyebaran foto asusila," jelas Hadi, dalam keterangan pers tertulis yang diterima, Rabu (16/12/2020).

Baca juga: KBM Tatap Muka Kembali Ditunda di Magelang, Wali Kota: Kami Tak Ingin Sekolah Jadi Klaster Baru

Baca juga: Satgas Penanganan Covid-19 Magelang Minta Donatur Tak Sumbang Nasi Bungkus ke Pengungsi Merapi

Baca juga: 820 Warga Magelang Mengungsi di 9 Titik Pengungsian Merapi, Begini Kondisinya

Baca juga: Ingin Pengungsi Keren, Sekeluarga Tukang Cukur Beri Layanan Potong Gratis di Pengungsian Magelang

Menerima laporan itu, polisi langsung melakukan penyelidikan, mengumpulkan bukti-bukti, memeriksa saksi-saksi, hingga akhirnya mengamankan tiga remaja tersebut.
Hadi menceritakan, awalnya, tersangka AP meminjam handphone milik pacar korban berinisial SL yang kemudian dibuka oleh AP.

Saat membuka HP itu, AP mengetahui ada foto korban yang terlihat anggota badannya (bermuatan asusila), selanjutnya AP mengirimkan foto tersebut ke HP miliknya.

"Tersangka AP lalu mengirim foto korban tesebut ke HP korban EY. Beberapa hari kemudian, AP menjual HP miliknya kepada tersangka SAS. Selanjutnya, oleh SAS, foto itu dikirimkan lagi ke tersangka TA," lanjut Hadi.

Menurut Hadi, EY merasa malu karena fotonya telah tersebar, kemudian melaporkan kasus ini ke pihak berwajib.

Saat pemeriksaan, tersangka SAS mengaku hanya ingin menanyakan ke TA apakah foto tersebut adalah warga desa mereka.

Untuk menguatkan keterangan para saksi yang sudah diperiksa, penyidik telah menyita barang bukti berupa handphone milik ketiga tersangka, cetakan screenshoot dokumen elektronik berupa konten foto yang bermuatan pornografi.

Kassubbag Humas Polres Magelang Iptu Abdul Muthohir menambahkan, para tersangka disangka melanggar pasal 45 ayat (1) Undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Kamis 17 Desember 2020 Rp 1.927.000 Per 2 Gram

Baca juga: Keluar Maupun Masuk Jakarta Wajib Sertakan Hasil Rapid Test Antigen, Berlaku Mulai 18 Desember 2020

Baca juga: Laga Man City Vs West Bromwich, Protes Guardiola Kepada Wasit Tersorot Kamera Lapangan, Karena Ini

Baca juga: Tidak Jelas Alasannya Kenapa, Aurel Berpamitan, Kini Tak Lagi Berada di JKT48

"Ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara pidana. Saat ini, pelaku atas nama SAS sudah ditahan. Sementara, dua tersangka lain, karena masih di bawah umur sehingga tidak ditahan, namun tetap dalam proses penyidikan," ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Diduga Sebarkan Konten Pornografi, 3 Remaja di Magelang Ditangkap Polisi".

Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved