Breaking News:

Berita Banyumas

Ada Keluarga Ajukan Gugatan Perdata Kasus Covid-19, Bupati Banyumas Dukung Penuh Rumah Sakit

Bupati Banyumas Achmad Husein turut buka suara terkait gugatan keluarga pasien ke RS Dadi Keluarga Purwokerto lantaran kasus Covid-19.

TRIBUNBANYUMAS.COM/PERMATA PUTRA SEJATI
Bupati Banyumas Achmad Husein saat ditemui wartawan di Pendopo Si Panji Purwokerto, Senin (7/12/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Bupati Banyumas Achmad Husein turut buka suara terkait gugatan keluarga pasien ke RS Dadi Keluarga Purwokerto lantaran kasus Covid-19. Bahkan, Husein mengatakan, dirinya mendukung penuh rumah sakit.

"Terkait gugatan protokol Covid-19, kami sudah cek ke rumah sakit dan mereka menjalankan (kebijakan) sesuai protokol. Dan saya akan mem-backup penuh rumah sakit," ujarnya di Pendopo Si Panji Purwokerto, Senin (4/1/2021).

Sebelumnya, diberitakan, Ayom, warga Purwokerto Selatan, menggugat RS Dadi Keluarga lantaran tak terima suaminya dinyatakan Covid-19 padahal hasil swab, yang bersangkutan negatif Covid-19.

Baca juga: Dimulai 22 Januari, Vaksinasi Tahap Pertama di Banyumas Ditujukan bagi 10.389 Tenaga Kesehatan

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Banyumas Dimulai 22 Januari 2021, Prioritas Tenaga Kesehatan

Baca juga: Cegah Kerumunan, Penerima Vaksinasi Covid-19 di Banyumas Bakal Dijadwal Berdasarkan Undangan

Baca juga: Cegah Kerumunan, Penerima Vaksinasi Covid-19 di Banyumas Bakal Dijadwal Berdasarkan Undangan

Ayom selaku penggugat merasa tidak terima jika suaminya, yaitu Hanta Novianto, yang meninggal pada April 2020 lalu dinyatakan Covid-19.

Melalui kuasa hukumnya, Dwi Amilono SH & rekan, Ayom melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Purwokerto, Senin (21/12/2020).

"Keluarga merasa dirugikan, sebab disinyalir, RS Dadi Keluarga melakukan perbuatan melawan hukum," katanya.

Gugatan yang dilayangkan yaitu tentang pasal KUH Perdata 1365 1367. Dalam gugatan itu, Ayom menuntut ganti rugi lebih dari Rp 5 miliar.

Sebagai kuasa hukum, Dwi mengatakan, sebelumnya, pihaknya sempat melayangkan somasi dua kali kepada pihak rumah sakit.

Dia menilai, pihak rumah sakit telah melakukan perbuatan melawan hukum dan diduga karena kelalaian sehingga hilangnya sebuah nyawa.

Pihak RS Dadi Keluarga, melalui kuasa hukumnya, Doddy Prijo Sembodo mengatakan, saat masuk rumah sakit, pasien diperiksa medis secara menyeluruh.

Baca juga: Kecelakaan di Tol Ungaran, Mantan Personel Trio Macan Yuselly Masih Belum Sadarkan Diri

Baca juga: Dua Bulan Menghilang, Ada Dua Prediksi Kondisi Jack Ma saat Ini: Mati atau di Penjara

Baca juga: Pernah Merumput di Spanyol, Gelandang PSIS Semarang Membuka Peluang Kembali Berkarir di Luar Negeri

Baca juga: Jelang Abu Bakar Baasyir Bebas, Kapolda Jateng Ingatkan Warga Tak Berkerumun saat Penjemputan

Berdasarkan pemeriksaan, kesimpulan pasien berstatus PDP.

"Kami menghormati langkah hukum yang diambil oleh keluarga pasien. Saat itu, korban berstatus PDP gejala berat dan tindakan medis pemulasaran jenazah pasien PDP sesuai Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19)," jelasnya. (Tribunbanyumas/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved