Berita Purbalingga
Begini Cara Pengelola Museum di Purbalingga Atasi Penurunan Jumlah Pengunjung, Misal Bikin Workshop
Staf Museum Prof Dr R Soegarda Poerbakawatja Purbalingga, Anita Ika Cahyani mengatakan, awal-awal pandemi, museum sempat ditutup sekira tiga bulan.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
Mereka berkunjung ke museum sebagai medium pembelajaran.
Banyak koleksi museum yang relevan dengan mata pelajaran tertentu pada kurikulum sekolah.
"Biasanya rombongan siswa, anak-anak TK, SD, SMP," katanya.
Untuk menarik pengunjung, pihaknya selama ini sudah melakukan sejumlah inovasi.
Seperti pembukaan kelas museum atau workshop.
Pelatihan semisal cara membatik atau membuat gerabah pernah dilaksanakan di museum.
Cara ini ternyata cukup diminati masyarakat.
Tetapi saat pandemi, pihaknya membatasi jumlah peserta workshop tidak lebih dari 50 orang.
Ini dilakukan agar para peserta bisa leluasa menjaga jarak satu sama lain untuk menaati protokol kesehatan.
Selain itu, Anita mengatakan, selama pandemi, kunjungan masuk berkelompok per ruang pamer secara berbarengan dibatasi hanya 10 pengunjung.
"Masker wajib dan disediakan sarana cuci tangan dan hand sanitizer," katanya. (Khoirul Muzakki)
Baca juga: Viral Video Bullying Remaja Putri di Cilacap, Polisi: Katanya Karena Emosi Sesaat
Baca juga: Bikin Heboh, Pedagang Temukan Cabai Diolesi Cat Merah di Pasar Wage Purwokerto
Baca juga: Prostitusi Berkedok Panti Pijat Urat Syaraf di Banjarnegara, Polisi Tangkap Ibu Rumah Tangga
Baca juga: Pengecat Cabai di Banyumas Sudah Ditangkap, Pelaku Warga Temanggung, Berikut Penjelasan Lengkapnya