Breaking News:

Berita Kriminal

Prostitusi Berkedok Panti Pijat Urat Syaraf di Banjarnegara, Polisi Tangkap Ibu Rumah Tangga

Ibu rumah tangga ini diduga telah menyediakan wanita untuk melayani pria hidung belang di tempat yang berkedok sebagai panti pijat urat syaraf. 

independent.co.uk
ILUSTRASI kasus prostitusi di wilayah Banjarnegara. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Seorang ibu rumah tangga, DS (47), warga Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Dia diduga telah menyediakan wanita untuk melayani pria hidung belang di tempat yang berkedok sebagai panti pijat urat syaraf. 

Panti pijat itu diduga menjadi tempat prostitusi.

Baca juga: Kata Tina Soal Kondisi Homestay di Dieng Banjarnegara: Dahulu Kebanjiran Tamu, Kini Terasa Hampa

Baca juga: Jadi Perhatian Serius, Kasus Pencabulan Tahun Ini Meningkat Dua Kali Lipat di Banjarnegara

Baca juga: Tertangkap Lagi, Produsen Tuak di Banjarnegara Ini Belum Puas Divonis Sebulan Kurungan

Baca juga: Vaksin Sinovac Sudah Masuk Indonesia, Berikut Rekomendasi Resmi ALMI Banjarnegara

Dia mengungkapkan, kamar yang diduga jadi tempat prostitusi itu berada di sebelah ruang tamu rumah. 

"Modusnya yakni dengan cara menyediakan wanita dan tempat berkedok panti pijat syaraf," kata Kasatreskrim Polres Banjarnegara, Iptu Donna Briadi kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (1/1/2021). 

Berdasarkan pemeriksaan para saksi, tersangka, dan barang bukti yang disita, penyidik menyimpulkan perbuatan tersangka memenuhi Pasal 296 KUHP.

Pasal itu menyebut, barang siapa dengan sengaja menyebabkan atau memudahkan perbuatan cabul oleh orang lain dengan orang lain.

Dan menjadikannya sebagai pencaharian atau kebiasaan, diancam pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak Rp 15.000.

Atau Pasal 506 KUHP, barang siapa menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita dan menjadikannya sebagai pencaharian, diancam kurungan pidana maksimal satu tahun. 

Polisi pun menyita sejumlah alat bukti terkait kasus itu meliputi, dua lembar uang Rp 100.000, satu lembar Rp 50.000.

Sebuah kondom bekas pakai yang terdapat cairan sperma, serta sebuah bantal dan sprei. (Khoirul Muzakki)

Baca juga: Viral Video Bullying Remaja Putri di Cilacap, Polisi: Katanya Karena Emosi Sesaat

Baca juga: Luwesnya Sinterklas Menari Sufi di Gereja St Theresia Majenang, Begini Suasana Misa Natal di Cilacap

Baca juga: Pengecat Cabai di Banyumas Sudah Ditangkap, Pelaku Warga Temanggung, Berikut Penjelasan Lengkapnya

Baca juga: Polresta Banyumas Pantau Pergerakan FPI di Markas Cilongok

Penulis: khoirul muzaki
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved