Berita Jawa Tengah

Siap-siap Rekanan Didenda Rp 13 Juta per Hari, Proyek GOR Indoor Batang Dipastikan Molor

Cuaca juga menjadi kendala dalam pembangunan GOR Indoor Batang yang ditargetkan rampung pada 31 Desember 2020, dengan waktu pengerjaan 109 hari itu. 

Penulis: budi susanto | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/BUDI SUSANTO
DOKUMENTASI - Tinjauan pejabat Pemkab Batang di lokasi pembangunan GOR Indoor Batang, Selasa (3/11/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Pembangunan GOR Indoor Batang senilai Rp 15,5 miliar dipastikan tak rampung sesuai target. 

Hal itu dikarenakan sejumlah material hingga kini juga belum diterima pihak pengembang. 

Selain itu, cuaca juga menjadi kendala dalam pembangunan GOR Indoor Batang yang ditargetkan rampung pada 31 Desember 2020, dengan waktu pengerjaan 109 hari itu. 

Baca juga: Kejar Target IPM, Tiga Sektor Ini Bakal Digenjot Pemkab Batang pada 2021

Baca juga: Kecelakaan di Batang, Truk Muatan Bata Ringan Terperosok ke Sungai, Sopir: Saya Ngikuti Google Maps

Baca juga: Bupati Wihaji Sebut Kini Batang Peringkat Pertama Kasus Covid-19 di Jateng, Tiap Hari Ada 40 Kasus

Baca juga: Yono Sebut Nasib Nelayan Roban Timur Batang Makin Menderita, Akibat Ceceran Batu Bara

Diterangkan Kabid Tata Bangunan Lingkungan DPUPR Kabupaten Batang, Satrio Rah Wicaksono, atas keterlambatan itu pihak pengembang akan terkena denda. 

"Sesuai MoU pengembang akan dikenakan denda Rp 13 juta per hari."

"Itu akan dibayarkan tahun depan," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (29/12/2020).

Dia menuturkan, 31 Desember 2020 atap diwacanakan rampung.

Namun hinga kini penutup atap yang masih belum terkirim. 

"Penutup atap dikirim dari pabrik sekira 30 Desember 2020."

"Karena keterlambatan, pihak pengembang mengajukan perpanjaangan waktu dua pekan." 

"Karena hak itu, dan tidak sesuai dengan waktu kontrak, maka rekanan dikenai denda," paparnya. 

Satrio menambahkan, dari total Rp 15,5 miliar, pembangunan GOR Indoor Batang menghabiskan Rp 13,6 miliar. 

"Sampai saat ini kami masih menghitung progresnya, karena ada perpanjangan kontrak hingga melampaui tahun anggaran,” tambahnya. (Budi Susanto)

Baca juga: Tiga Titik Ini Disebut Berpotensi Adanya Kerumunan di Malam Tahun Baru, Dandim Tegal: Kami Bubarkan

Baca juga: Lokomotif Antik Buatan Jerman Sudah Tiba di Tegal, Paling Telat Akhir Januari Hiasi Taman Pancasila

Baca juga: Pedagang Persoalkan Los Pasar Pagi Kaliwungu Kendal: Ukurannya Kok Lebih Kecil Dibanding Sebelumnya

Baca juga: Terima Surat Edaran Gubernur Jateng, Disdikbud Kendal: Persiapan KBM Tatap Muka Jalan Terus

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved