Berita Salatiga

Lebih Mudah, Pembayaran Uji KIR di Salatiga Bisa Lewat Aplikasi Si Nona

Dalam rangka mempermudah pembayaran uji kelayakan kendaraan bermotor atau KIR, Dishub Kota Salatiga meluncurkan aplikasi Si Nona.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Wali Kota Salatiga Yuliyanto saat melakukan uji coba aplikasi Si Nona baru-baru ini. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Dalam rangka mempermudah pembayaran uji kelayakan kendaraan bermotor atau KIR, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Salatiga meluncurkan aplikasi nontunai, Si Nona.

Kepala Dishub Kota Salatiga Sidqon Effendi mengatakan, pembuatan aplikasi Si Nona juga bertujuan agar pelayanan pembayaran uji KIR dapat transparan.

"Ke depan, kami juga akan kembangkan aplikasi berbasis Android untuk pendaftaran KIR. Sementara ini, kami berharap, layanan berbasis teknologi itu akan mempermudah pengguna saat membayar retribusi," terangnya saat dihubungi Tribunbanyumas.com, Senin (28/12/2020).

Baca juga: Selamat, Wakil Wali Kota Salatiga M Haris Terpilih sebagai Ketua DPW PKS Jateng Periode 2020-2025

Baca juga: Positif Covid-19, Sekeluarga di Salatiga Rayakan Natal sambil Jalani Isolasi Mandiri

Baca juga: Disdik Kota Salatiga Hentikan PTM di Tiga Sekolah, Lainnya Dialihkan Menjadi Belajar Daring

Baca juga: Setiap RW di Salatiga Digelontor Dana Rp 5 Juta untuk Tekan Angka Covid-19

Menurut Sidqon, warga dapat melakukan pembayaran melalui laku pandai Bank Jateng atau Anjungan Tunai Mandiri (ATM) bank lain dan virtual money, semisal Gopay atau OVO.

Selain retribusi uji KIR, pembayaran PBB-P2 dan pajak lain juga dapat dilakukan di aplikasi Si Nona.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengapresiasi inovasi birokrasi pemerintahan Kota Salatiga karena telah bersedia beradaptasi dengan perkembangan zaman.

"Apalagi, di tengah pandemi Covid-19, sangat penting sistem layanan yang mengedepankan jaga jarak. Maka, saya sampaikan apresiasi Dishub Salatiga dengan aplikasi Si Nona ini," katanya.

Yuliyanto mengungkapkan, selain transparansi, pemanfaatan teknologi membuat pelayanan lebih efektif.

Tidak kalah penting, lanjutnya, seluruh aliran dana dapat ditelusuri dan menghindari yang palsu serta adanya pungutan liar. Kemudian, transaksi bisa dilakukan cukup menggunakan handphone.

"Kami berharap, ini akan mendorong percepatan pembangunan kota karena semua lebih mudah dan cepat, pendapatan asli daerah diharapkan juga lebih meningkat," ujarnya. (*)

Baca juga: Pemudik Asal Bandung Positif Covid-19 dari Hasil Rapid Test di Jembatan Timbang Ajibarang Banyumas

Baca juga: Komnas HAM Temukan 5 Alat Bukti dalam Kasus Penembakan Laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek

Baca juga: Puskesmas Gajahan Solo Tutup Sementara setelah Tenaga Administrasi Meninggal Akibat Covid-19

Baca juga: Usai Membacok Ayah Anak, Pria di Wonogiri Mengakhiri Hidup Lewat Cara Gantung Diri

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved