Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Hasil Pilkada Kabupaten Blora, KPU Belum Bisa Tetapkan Paslon Terpilih, Ini Penyebabnya

Pada prinsipnya MK menunggu seluruh daerah yang menggelar Pilkada Serentak 2020, apakah ada atau tidak terkait permohonan sengketa.

TRIBUN BANYUMAS/RIFQI GOZALI
Ketua KPU Kabupaten Blora, Khamdun. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA - KPU Kabupaten Blora hingga kini belum bisa menetapkan pasangan terpilih dalam Pilkada Serentak 2020.

Sebab, dalam penetapan tersebut pihak KPU masih menunggu surat Mahkamah Konstitusi (MK).

Ketua KPU Kabupaten Blora, Khamdun mengatakan, surat MK tersebut terkait tidak adanya pengajuan permohonan sengketa Pilkada Kabupaten Blora 2020.

Baca juga: Sekda Komang Gede Irawadi Tegaskan Tidak Ada PSBB Maupun Jam Malam di Blora

Baca juga: Siapkan Rp 5 Miliar untuk Perbaiki dan Bangun Venue Baru, Blora Siap Jadi Tuan Rumah Porprov 2022

Baca juga: Blora Kini Sudah Miliki Alat Tes Usap PCR, Sehari Bisa Layani 60 Sampel

Baca juga: Masih Banyak Warga Tidak Pakai Masker di Blora, Buktinya Tiap Hari Ada yang Terjaring Razia

Tatkala surat tersebut sudah dikeluarkan MK, KPU hanya memiliki waktu maksimal lima hari untuk menetapkan calon terpilih.

"Setelah surat (dari MK) itu turun, kami cuma punya waktu lima hari, kami wajib menetapkan," kata Khamdun kepada Tribunbanyumas.com, Senin (28/12/2020).

Terkait kapan surat MK itu akan turun, Khamdun belum tahu tepatnya.

Yang pasti MK menunggu rekapitulasi dari masing-masing daerah yang menggelar Pilkada Serentak 2020.

Termasuk rekapitulasi pemilihan Gubernur yang digelar di beberapa provinsi.

"Memang tahapannya begitu."

"Rekapitulasi (pemilihan Gubernur) provinsi pada 26 Desember 2020."

"Kalau tanggal segitu, artinya MK menunggu sampai 29 Desember 2020, apakah ada permohonan sengketa."

"Kalau rekapitulasi sebelum tanggal itu, tinggal ditarik mundur tiga hari setelahnya," kata Khamdun.

Khamdun menjelaskan, pada prinsipnya MK menunggu seluruh daerah yang menggelar Pilkada Serentak 2020, apakah ada atau tidak terkait permohonan sengketa.

Untuk Pilkada Kabupaten Blora, diketahui pasangan Arief Rohman-Tri Yuli Setyowati (Artys) mendapatkan perolehan suara terbanyak.

Dalam hal ini, KPU juga telah menetapkan Artys sebagai pasangan dengan perolehan suara terbanyak dibanding dua pasangan yang lain. (Rifqi Gozali)

Baca juga: Perayaan Tahun Baru Dilarang, Dipertegas Melalui Surat Edaran Bupati Purbalingga

Baca juga: Kisah 83 Warga Karanggambas Purbalingga Sembuh Covid-19, Kini Mereka Percaya dan Disiplin Prokes

Baca juga: Dampak Longsor di Desa Bantar Banjarnegara Masih Terasa, Begini Cerita Perjuangan Warga Saat Ini

Baca juga: Sistem Prokes Sudah Siap, SMAN 1 Batur Banjarnegara Ingin Segerakan Pembelajaran Tatap Muka

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved