Breaking News:

Berita Travel

Catat, Gunung Prau Ditutup untuk Pendakian 3 Januari-4 Maret

Gunung Prau ditutup untuk pendakian dari semua pos, mulai 3 Januari hingga 4 Maret 2021.

Editor: rika irawati
Kompas.com
Panorama di salah satu puncak Gunung Prau(Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO – Gunung Prau ditutup untuk pendakian dari beberapa pos pendakian, mulai 3 Januari hingga 4 Maret 2021. Penutupan ini merupakan bagian upaya memulihkan ekosistem, proses reboisasi, dan pembersihan jalur.

Jalur pendakian yang ditutup yakni melalui basecamp Patak Banteng, Kalilembu, Igirmranak, Dieng, Dwarawati, dan Wates.

Sekretaris Basecamp Pendakian Gunung Prau via Wates Achmad Afifudin mengatakan, calon pendaki masih diizinkan mendaki, maksimal 2 Januari 2021 dan harus turun pada keesokan hari.

"Untuk tanggal 2 Januari itu terakhir naik dan tanggal 3 Januari itu cuma pendaki-pendaki yang turun," jelasnya kepada Kompas.com, Sabtu (26/12/2020).

Baca juga: Ingin Muncak ke Gunung Prau? Jalur Pendakian Via Banjarnegara Masih Tetap Buka, Loh

Baca juga: Jalur Pendakian Gunung Prau Via Igirmranak Wonosobo Dibuka, Simak Protokol Kesehatannya

Baca juga: Jalur Pendakian Gunung Prau Kembali Dibuka, Simak Aturan New Normal Naik Gunung Berikut

Selama new normal, para pendaki yang hendak menuju Gunung Prau wajib memenuhi sejumlah syarat tertentu.

Jika ingin buru-buru muncak di Gunung Prau sebelum kegiatan pendakian ditutup selama tiga bulan, berikut syarat mendaki Gunung Prau yang telah Kompas.com rangkum, Minggu (27/12/2020):

  • Pendaki dari luar Jawa Tengah (Jateng) wajib membawa hasil negatif rapid test antigen.
  • Pendaki dari area Jateng wajib membawa surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan/klinik/dokter daerah asal.
  • Pendaki wajib periksa kesehatan sebelum pergi mendaki.
  • Fotokopi kartu identitas, semisal SIM, KTP, atau identitas lain wajib dibawa.
  • Tidak bertukar perlengkapan pribadi, misal perlengkapan makan dan minum.
  • Selalu memakai masker selama dalam perjalanan.
  • Masker harus diganti setiap hari (minimal dua masker dalam satu kali pendakian).
  • Setiap pendaki wajib membawa hand sanitizer pribadi.
  • Setelah menyentuh benda apa pun, pendaki wajib mencuci tangan dengan hand sanitizer.
  • Tenda/dome hanya boleh diisi 50 persen dari kapasitas. Misal berkapasitas empat orang, satu tenda/dome hanya diisi dua orang.
  • Pendaki wajib lapor setelah melakukan pendakian.
  • Pendaki tiba di basecamp maksimal pukul 12.00 WIB seusai pendakian.

Sementara, untuk aturan lain, berdasarkan informasi yang diberikan Call Center Gunung Prau melalui WhatsApp, Sabtu, saat ini solo hiking diizinkan.

Baca juga: Viral, Ibu dan 2 Anak Berjalan di Tol Lampung setelah Bertengkar dengan Suami di Rest Area

Baca juga: Di Semarang, Densus 88 Temukan Villa Penggemblengan Anak Muda Jaringan Teroris Jemaah Islamiyah

Baca juga: Positif Covid-19, Sekeluarga di Salatiga Rayakan Natal sambil Jalani Isolasi Mandiri

Baca juga: Disporapar Kendal Larang Pengelola Wisata Mengadakan Pesta Kembang Api

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut aturan tersebut:

  • Untuk umum, tidak dibatasi kota asal.
  • Solo hiking boleh.
  • Belum boleh lintas jalur.
  • Tidak dibatasi usia.
  • Jika tidak punya KTP/SIM, fotokopi kartu pelajar/mahasiswa/santri wajib dibawa.
  • Registrasi Rp 15.000, fasilitas umum Rp 10.000.

Untuk surat keterangan sehat, calon pendaki juga bisa membuatnya di sejumlah puskesmas berikut dengan membayar biaya Rp 20.000:

  • Puskesmas Kejajar.
  • Puskesmas Dieng Wetan.
  • Puskesmas Dieng Kulon.

Berbicara tentang syarat bagi pendaki dari luar Jateng, Achmad menuturkan bahwa sebenarnya, syarat pendakian tidak dibedakan bagi pendaki dari luar maupun dalam Jateng.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved