Breaking News:

Berita Jawa Tengah

DPRKP Batang Minta Waktu Sepekan Lagi, Penuhi Permintaan KPK Soal Data Sertifikasi PSU Perumahan

DPRKP Kabupaten Batang menanggapi permintaan KPK atas penyerahan aset prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) dari pengembang perumahan. 

TRIBUN BANYUMAS/BUDI SUSANTO
OPD dan pengembang mengikuti rakor terkiat pencegahan korupsi penyerahan aset PSU dari pengembang perumahan ke Pemkab Batang, di Aula Pemkab Batang, Jumat (18/12/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Batang menanggapi permintaan KPK atas penyerahan aset prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) dari pengembang perumahan. 

DPKP juga mengakui adanya 26 PSU yang hendak diserahkan belum tersetifikasi di Badan Pertanahan Nasional (BPN). 

Untuk itu, DPRKP Kabupaten Batang meminta waktu selama sepekan untuk merampungkan permasalahan sertifikasi tersebut. 

Baca juga: Kabupaten Batang Dapat Tambahan Insentif Rp 10 Miliar, Bersumber dari Kementerian Keuangan

Baca juga: Pengguna Narkoba Berskala Kecil Masih Merajalela di Batang, BNN: Selalu Jadi Sasaran Empuk Pengedar

Baca juga: Pengawasan Objek Wisata Makin Diperketat, Jelang Libur Akhir Tahun di Batang

Baca juga: Parwito Siap Ditembak Mati, Pedagang Tolak Alih Fungsi Pangkalan Truk Jadi Islamic Center Batang

"Kami telah minta waktu satu pekan untuk merampungkan permasalahan tersebut," jelas Kepala DPRKP Kabupaten Batang, Eko Widiyanto kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (18/12/2020).

Ia menjelaskan, sudah melakukan pendataan terkait jumlah perumahan yang ada di Kabupaten Batang

"Hingga kini ada 153 perumahan dengan 90 pengembang, dan pada 2020 yang sudah terverifikasi 52 perumahan dengan 15 pengembang," paparnya. 

Dilanjutkannya, ada 26 perumahan yang dikerjakan 13 pengembang, dan tengah mengajukan penyerahan PSU. 

"Memang 26 perumahan itu rencananya menyerahkan PSU untuk dijadikan aset Pemkab Batang, namun semuanya belum tersetifikasi," ujarnya. 

Ia menambahkan, luasan PSU yang sudah menjadi aset Pemkab Batang pada 2020 mencapai 167 ribu meter persegi. 

"Kalau dinominalkan aset dari PSU itu mencapai Rp 134 miliar, dan aset itu sudah terverifikasi," tambahnya. (Budi Susanto)

Baca juga: PT KAI Jalankan KA Purwojaya Saat Libur Nataru, Relasi Cilacap-Purwokerto-Gambir, Ini Jadwalnya

Baca juga: Antisipasi Bencana saat Libur Natal dan Tahun Baru, Basarnas Cilacap Siagakan 30 Personel

Baca juga: Informasi Penting: Semua Jalur Menuju Pusat Kota Tegal Bakal Ditutup di Malam Pergantian Tahun

Baca juga: Dendam Soal Tanah, Warga Tegal Tega Tusuk Pakai Belati 2 Tetangganya. Satu Korban Akhirnya Tewas

Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved