Penanganan Corona

Blora Kini Sudah Miliki Alat Tes Usap PCR, Sehari Bisa Layani 60 Sampel

Dilansir dari laman lpse.blorakab.go.id, pengadaan alat PCR tersebut pagunya sebesar Rp 2,1 miliar bersumber dari APBD Kabupaten Blora.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
DISDIK KABUPATEN BLORA
ILUSTRASI - Beberapa guru di Kabupaten Blora sedang menjalani rapid test beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA - Pemkab Blora telah memiliki satu unit alat uji usap Covid-19 metode polymerase chain reaction (PCR).

Saat ini, melalui dinas terkait alat tersebut masih dalam persiapan peranti pendukung operasionalnya.

“Ini sudah diuji coba, baru dilengkapi."

"Itu kan infeksius, jadi harus ada alat-alat untuk pengamanan petugas untuk pengaman pasien."

"Didesain terlebih dahulu tempatnya."

"Alat-alat sudah datang, nanti kalau sudah semua, baru izinnya,” ujar Plt Kepala Dinkes Kabupaten Blora, Henny Indriyanti kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (15/12/2020).

Baca juga: Masih Banyak Warga Tidak Pakai Masker di Blora, Buktinya Tiap Hari Ada yang Terjaring Razia

Baca juga: 52 Pegawai Bank Jateng di Blora Positif Covid-19, Layanan Dialihkan ke Kantor Cabang Pembantu

Baca juga: KPPS Lakukan Kecurangan, TPS di Cepu Blora Gelar Pemungutan Suara Ulang

Baca juga: Namanya Kopi Santan, Cuma Ada di Blora, Gurihnya Parutan Kelapa Menyatu Bersama Aroma Kopi Nangka

Henny mengatakan, terkait izin operasional alat PCR dikeluarkan oleh Kemenkes melalui Dinkes Jateng.

Saat ini, pihaknya juga menyiapkan tenaga guna pengoperasian alat tersebut.

Kata Henny, untuk mengoperasikan alat juga dibutuhkan tenaga di bidang komputer, tenaga analis, dan dokter.

“SDM dari dalam Blora meski kurang."

"Pengoperasian alat itu butuh tenaga, tenaga IT, kemudian tenaga alanisnya, dokternya,” kata Henny.

Dengan alat tersebut, lanjutnya, tes usap yang akan diketahui dalam sehari.

Berbeda dengan sebelumnya, sampel tes usap dari Blora harus dikirim ke Surakarta untuk dilakukan uji PCR.

Terakhir, sampel tes usap dari Blora dikirim dulu ke Kudus, minimal tiga hari kemudian baru diketahui hasilnya.

“Kalau itu sehari bisa. Sehari sekira 60 sampel tes usap,” tandasnya.

Dilansir dari laman lpse.blorakab.go.id, pengadaan alat PCR tersebut pagunya sebesar Rp 2,1 miliar bersumber dari APBD.

Pemenang tender pengadaan ini adalah PT Multi Rejeki Scienceindo dengan harga penawaran Rp 1.982.200.000.

Sementara itu, Bupati Blora Djoko Nugroho mengatakan, pengadaan alat PCR tersebut bagian dari upaya penanganan Covid-19 yang baru-baru ini mengalami lonjakan kasus.

“Itu tekad kami agar bisa menghentikan penularan Covid-19 di Blora,” ujar Kokok, sapaan akrabnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (15/12/2020).

Kokok melanjutkan, dalam waktu dekat RS DKT milik TNI AD yang ada di Blora juga akan mendapatkan bantuan alat PCR.

Kata Kokok, alat dari Mabes AD tersebut memiliki kapasitas uji yang lebih besar dibanding yang dimiliki Pemkab Blora.

“Akan dikirim alatnya dari Mabes TNI."

"Malah lebih besar lagi itu."

"Di Blora itu kana da rumah sakit bantuan, akan didorong alat (PCR) dari Mabes sana,” kata Kokok. (Rifqi Gozali)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Baca juga: Jateng Sudah Ada Dua Tempat Isolasi Terpusat, Totalnya 1.474 Bed, Sudah Terisi 81 Pasien

Baca juga: Anton Lami Suhadi Sudah Disumpah Janji Sebagai Anggota Dewan, PAW Fraksi Golkar DPRD Jateng

Baca juga: Proses Pilkada Masuk Tahapan Rekapitulasi, Bawaslu Jateng: Potensi Kecurangan Masih Ada

Baca juga: BPOM Sebut Obat Kuat Ilegal Masih Banyak Dijual, Contoh di Sepanjang Wilayah Pantura Jateng

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved