Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Proses Pilkada Masuk Tahapan Rekapitulasi, Bawaslu Jateng: Potensi Kecurangan Masih Ada

Bawaslu Ingatkan Potensi Kecurangan saat Rekapitulasi Suara Hasil Pilkada di Jateng

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: rika irawati
Tribunjateng.com/Dina Indriani
Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Jateng, Muhammad Rofiuddin. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jawa Tengah mengingatkan masih ada potensi kecurangan dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020. Saat ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih menghitung perolahan suara pasangan calon peserta pilkada.

Menurut jadwal KPU, penghitungan suara dilakukan maksimal sampai 26 Desember 2020. Rekapitulasi dilakukan berjenjang dari tempat pemungutan suara (TPS), desa, kecamatan, hingga kabupaten.

Rekapitulasi hasil penghitungan suara dilakukan sejak pemungutan dan penghitungan suara di TPS, 9 Desember 2020 lalu.

Bawaslu Provinsi Jawa Tengah menekankan, kegiatan pleno rekapitulasi suara di semua tingkatan tetap harus mengedepankan protokol kesehatan (prokes).

"Bawaslu Jateng mengingatkan agar proses rekapitulasi dilakukan sesuai aturan yang ada. Rekapitulasi juga harus tetap mentaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Selalu pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, tak boleh berkerumun adalah bagian dari kewajiban yang harus dilakukan dalam rapat rekapitulasi," kata Koordinator Divisi Humas Bawaslu Jateng, Rofiuddin, Minggu (13/12/2020).

Baca juga: Bawaslu: Pencoblosan Ulang Berpotensi Dilakukan di 58 TPS, Satu di Antaranya di Jawa Tengah

Baca juga: Bawaslu OTT Pelaku Politik Uang di Purworejo, Temuan Juga di Purbalingga, Tersebar di 18 Kecamatan

Baca juga: Bawaslu Kabupaten Semarang: Tidak Ditemukan Pelanggaran, Semua Clear Sesuai Protokol Kesehatan

Baca juga: KPU Siap Gelar Rekapitulasi Kabupaten Hasil Pilkada Purbalingga, Warga Bisa Ikuti Lewat Youtube

Di Jateng, kata dia, rata-rata baru terjadwal rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat kecamatan, mulai 11 Desember kemarin.

Menurutnya, jajaran Bawaslu di Jateng akan terus mengawasi dan mengawal proses rekapitulasi.

"Jangan pernah ada pelanggaran dalam semua tahapan, termasuk dalam tahapan rekapitulasi. Misalnya, dalam rekapitulasi jangan pernah ada tindakan kecurangan," tegasnya.

Kecurangan dalam rekapitulasi yang dimaksud yakni melakukan tindakan mengubah hasil perolehan suara pasangan calon.

Atau, melakukan tindakan curang dengan adanya pihak-pihak yang membuka kotak suara tersegel, di luar rapat rekapitulasi.

Bawaslu juga mengimbau kepada semua pihak, terutama para paslon, tim kampanye, tim sukses, bahwa hasil resmi terkait dengan perolehan suara adalah menunggu rekapitulasi penghitungan suara.

"Jika ada pihak-pihak tertentu yang merasa memperoleh suara tertinggi, kami mengimbau agar tak dilakukan dengan euforia yang berlebihan. Misalnya, lewat cara-cara menggelar acara yang berpotensi berkerumun atau jangan melakukan konvoi- konvoi maupun menggelar pertemuan-pertemuan yang melibatkan orang banyak," tandasnya. (*)

Baca juga: 2 Rumah di Kandangserang Kabupaten Pekalongan Rusak Tertimpa Longsoran, 1 Keluarga Mengungsi

Baca juga: Merasakan Sakit Mata? Segera Periksa, Mungkin Anda Terserang Virus Covid-19

Baca juga: Kasus Covid-19 Klaster Ponpes Melonjak, Wali Kota Salatiga: Masjid Tertutup untuk Jemaah dari Luar

Baca juga: Pasien Covid-19 Membeludak Hingga Selasar, RSUD Kajen Pekalongan Tutup Sementara Layanan IGD

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved