Kamis, 7 Mei 2026

Berita Nasional

Dukung Pemerintah, IDI Siap Menjadi Garda Pertama Penerima Vaksinasi Covid-19

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) siap disuntik pertama vaksin Covid-19 untuk mendukung program vaksinasi pemerintah dan meningkatkan kepercayaan publik.

Tayang:
Editor: rika irawati
TRIBUNNEWS
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memastikan siap disuntik pertama vaksin Covid-19 untuk mendukung program vaksinasi pemerintah, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IDI Daeng M Faqih.

"IDI karena dianggap sebagai yang terdepan dalam bidang kesehatan, kami juga bersedia menjadi salah satu yang siap pertama dilakukan penyuntikan," ujar Daeng dalam konferensi pers yang ditayangkan di kanal YouTube PB IDI, Senin (14/12/2020).

"Dengan menjadi contoh dan role model seperti itu, kami yakin akan lebih memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses vaksinasi," lanjutnya.

Pasalnya, PB IDI melihat ajakan kepada masyarakat Indonesia tak cukup kuat jika hanya diimbau atau dijelaskan.

Baca juga: Warga Diminta Tunggu Pengumuman Resmi, Pemerintah Belum Menetapkan Harga Vaksin Sinovac

Baca juga: Petugas Medis Jadi Prioritas Vaksinasi di Jateng, Didistribusikan Mulai Bulan Ini

Baca juga: Vaksinasi Pemain Liga 1 Ditanggung PT LIB, PSIS Semarang: Memang Sudah Seharusnya

Baca juga: Salatiga Butuh Minimal 110 Ribu Vaksin Sinovac, Sasaran Warga Usia 18 Hingga 59 Tahun

Namun, ajakan akan lebih efektif jika diberi contoh secara langsung oleh pemimpin, tokoh atau orang yang dianggap panutan.

"Jadi, kami sangat bersyukur kalau semua pimpinan yang sudah dicontohkan oleh Pak Presiden, mau dilakukan vaksinasi, termasuk IDI. Saya sebagai ketua, mau menjadi role model untuk pertama kali disuntik vaksin," tegas Daeng.

"Agar masyarakat secara cepat melihat contoh-contoh yang baik itu untuk meniru, dan tidak ragu lagi melakukan program vaksinasi yang kita lakukan," tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyatakan dirinya siap menjadi orang yang pertama disuntik vaksin Covid-19.

Namun, hal itu akan dilakukannya apabila ada keputusan dari tim kesehatan.

Setelah vaksin Covid-19 ditemukan, Jokowi meminta agar tak ada polemik jika keputusan tim kesehatan mengharuskan Kepala Negara disuntik vaksin pertama kali sebelum masyarakat.

"Ya, kalau saya, nanti diputuskan bahwa (yang) pertama disuntik presiden, ya saya siap," ujar Jokowi menjawab pertanyaan Rosianna Silalahi dalam tayangan wawancara khusus bertajuk Jokowi Dikepung Kritik, di Kompas TV, beberapa waktu lalu.

Baru-baru ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Presiden Jokowi bersedia disuntikkan vaksin Covid-19 asalkan berbarengan dengan masyarakat yang menerima suntikan tersebut.

"Presiden, kemarin bilang, 'saya nanti disuntik ramai-ramai saja dengan rakyat'," ujar Luhut dalam agenda virtual Shopee, Sabtu (12/12/2020).

Baca juga: Bukti Toleransi Hidup di Salatiga, Pemuda Muslim Bantu Menghias Pohon Natal

Baca juga: Kontak Erat dengan Bupati Purbalingga, 7 ASN dan 6 Pegawai IT Pemkab Jalani Swab Covid-19

Baca juga: Dua Pekan Pertama Desember, Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Banyumas Capai 65 Orang

Baca juga: Status Oranye Hanya Bertahan Sepekan, Banyumas Kembali Berstatus Zona Merah

Luhut meminta agar masyarakat tidak berpandangan negatif terhadap presiden.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved