Penanganan Corona

Ini Syarat Sekolah Bisa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka di Kendal, Guru Juga Wajib Rapid Test

Satu di antara standar operasional KBM tatap muka di Kendal, semua guru baik di tingkat PAUD, SD sederajat, maupun SMP sederajat wajib rapid test.

Penulis: Saiful Masum | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Kepala Disdikbud Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi. 

Bagi yang lolos pemberkasan, kata Wahyu, semua guru yang terlibat dalam pelaksanaan simulasi KBM tatap muka selama 2 pekan wajib melakukan rapid test.

Adapun biayanya, Wahyu sudah berkordinasi dengan Dinkes setempat untuk memfasilitasi sebagian sekolah.

Sisanya menggunakan alokasi dana BOS masing-masing sekolah.

Adanya rapid tes dimaksudkan untuk menyaring tenaga pendidik yang dimungkinkan dalam keadaan kurang sehat untuk tidak mengikuti simulasi sementara waktu.

Selain itu, kata Wahyu, semua siswa juga harus didata riwayat perjalanan, kesehatan, hingga kondisi keluarga masing-masing.

"Kami juga sudah meminta masker kepada Dinkes Kabupaten Kendal."

"Saat ini semua sekolah melakukan persiapan sarprasnya."

"Prinsip kami siapkan mekanisme terbaiknya dan kompleks, kami tidak ingin kecolongan di bidang pendidikan terkait Covid-19," tegasnya.

ILUSTRASI PEMBELAJARAN TATAP MUKA: Jumarotun (59) guru SD Negeri 01 Galih, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal melakukan pengajaran tatap muka dengan protokol kesehatan, Rabu (5/8/2020).
ILUSTRASI PEMBELAJARAN TATAP MUKA: Jumarotun (59) guru SD Negeri 01 Galih, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal melakukan pengajaran tatap muka dengan protokol kesehatan, Rabu (5/8/2020). (TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM)

Baca juga: Lanjutan Kasus Konser Dangdut Kota Tegal, Wasmad Tidak Ajukan Saksi Meringankan: Cukup Saya Saja

Baca juga: Awas, Potensi Cuaca Buruk di Tegal Raya Masih Terjadi Hingga Tiga Hari ke Depan

Baca juga: Ada Ombak Besar Justru Jadi Rezeki Warga Kota Tegal, Beramai-ramai Berburu Kerang Bangkang

Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah tenaga kesehatan untuk melakukan rapid test itu.

Katanya, tes rapid rencananya dilaksanakan dua kali untuk memaksimalkan pencegahan dan evaluasi.

Pertama, rapid test dilakukan sebelum simulasi berlangsung.

Sedangkan yang kedua dilaksanakan saat evaluasi atau simulasi selesai setelah 2 pekan berjalan.

"Disdikbud Kabupaten Kendal sudah berkordinasi dengan kami untuk melaksakan rapid test kepada guru menjelang simulasi."

"Ini dilakukan untuk menyaring mana guru dan tenaga pendidik yang benar-benar dalam keadaan sehat untuk mengikuti simulasi," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (11/12/2020).

Harus Kantongi Izin Bupati

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved