Breaking News:

Berita Purbalingga

JKPT Purbalingga Temukan Tomat Mengandung Pestisida Dijual di Pasaran

Hasilnya, Tim Jejaring Keamanan Pangan Terpadu (JKPT) Kabupaten Purbalingga menemukan, sampel sayur yang diuji diketahui positif mengandung pestisida.

TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Sampel buah dan sayur hasil panen petani diuji JKPT Purbalingga untuk mengetahui kandungan zat berbahaya di dalamnya, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Pemerintah Kabupaten Purbalingga menggelar pemeriksaan keamanan pangan di masyarakat, akhir November.

Hasilnya, Tim Jejaring Keamanan Pangan Terpadu (JKPT) Kabupaten Purbalingga menemukan, sampel sayur yang diuji diketahui positif mengandung pestisida.

Sayur yang diuji itu di antaranya tomat sayur dan tomat ceri.

Kasi Keamanan Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Purbalingga Budi Prayitno mengatakan, sayur dan buah yang mengandung pestisida ditemukan di Kelompok Tani Karya Raharja Mukti Desa Serang, Kecamatan Karangreja.

Baca juga: Bentuk Solidaritas, Pemkab Purbalingga Kirim Bantuan, Buat Terdampak Bencana di Banyumas dan Cilacap

Baca juga: Positif Covid-19 Tembus 1.207 Kasus di Purbalingga, Sarwa: Kami Tak Akan Berlakukan Jam Malam

Baca juga: Bikin Kaget, Pria Ini Tiba-tiba Turun dari Motor dan Tergeletak di Trotoar di Purbalingga

Baca juga: Akhirnya Terungkap, Sosok Pencuri di Klenteng Hok Tek Bio Purbalingga Ternyata Penjaganya Sendiri

Hasl ini pun telah ditindaklanjuti. Pengurus kelompok tani tersebut mengakui, beberapa hari sebelum dicek petugas, petani menyemprotkan pestisida kepada tomat.

Penyemprotan ini bukan tanpa alasan. Petani terpaksa melakukannya untuk mengendalikan penyakit yang menyerang tomat.

"Sehingga, pada saat pemeriksaan, residu terdeteksi alat rapid tes pestisida," katanya, Selasa (1/12/2020).

Budi mengatakan, penyemprotan pestisida untuk tanaman holtikultura menjelang panen dimungkinkan umum dilakukan petani di tempat lain.

Penyemprotan dilakukan agar hasil panen bisa maksimal. Padahal, zat yang menempel pada sayur itu berbahaya jika ikut masuk ke dalam tubuh.

Karenanya, Tim JKPT menyarankan, petani tidak menyemprot buah dan sayur menggunakan pestisida, menjelang panen.

Ini untuk mencegah adanya residu pestisida pada sayur atau buah yang dipetik.

Masyarakat juga disarankan untuk mencuci lebih dulu sayur atau buah, sebelum dikonsumsi.

"Sebelum mengonsumsi, agar dicuci terlebih dahulu untuk mengurangi kadar pestisida dalam buah atau sayur," ujarnya. (*)

Baca juga: Tim Khusus Bubarkan Kerumunan di Banyumas Mulai Beraksi, Sasaran Pertama Hajatan di Pekuncen

Baca juga: Dinkes Banyumas: Mayoritas Pasien Meninggal Akibat Covid-19 Memiliki Hipertensi dan Diabetes

Baca juga: 3 Guru SMP Negeri 3 Jekulo Kudus Meninggal Akibat Covid-19

Baca juga: Ganjar Tak Akan Membuka Sekolah Tatap Muka secara Serentak Januari Mendatang. Ini Alasannya

Penulis: khoirul muzaki
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved