Breaking News:

Penanganan Corona

Dinkes Banyumas: Mayoritas Pasien Meninggal Akibat Covid-19 Memiliki Hipertensi dan Diabetes

Kepala Dinkes Banyumas Sadiyanto mengatakan, kasus kematian terbanyak pasien Covid-19 di Banyumas terjadi pada pasien hipertensi dan diabetes.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM/PERMATA PUTRA SEJATI
Kepala Dinas Kesehatan Banyumas Sadiyanto di Pendopo Si Panji, Purwokerto, 12 Oktober 2020. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Kepala Dinas Kesehatan Banyumas Sadiyanto mengatakan, kasus kematian terbanyak pasien Covid-19 di Banyumas terjadi pada pasien yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) hipertensi dan diabetes melitus.

"Banyaknya kasus meninggal akhir-akhir ini di Banyumas karena mereka yang kritis, terlambat dibawa ke rumah sakit," ujar Sadiyanto kepada Tribunbanyumas.com, di Pendopo Si Panji Purwokerto, Selasa (1/12/2020).

Sadiyanto menyampaikan, warga komorbid dibedakan menjadi tiga, yaitu yang memiliki risiko rendah, sedang, dan tinggi.

Baca juga: Giliran Mal yang Dikaji Pemkab Banyumas untuk Ditutup Jika Terbukti Jadi Tempat Penularan Covid-19

Baca juga: Bukan Rabu, Setiap Kamis ASN di Pemkab Banyumas Bakal Door to Door Ingatkan Warga Pentingnya Prokes

Baca juga: Kamar Isolasi Covid-19 di RS di Banyumas Penuh, Pemkab Tambah 450 Tempat Tidur di Rumah Karantina

Baca juga: Lokawisata Baturraden Kembali Ditutup, Berikut Daftar Objek Wisata Terdampak Lainnya di Banyumas

Mereka yang masuk kategori rendah itu tidak punya penyakit penyerta tetapi usia sudah di atas 60 tahun.

Komorbid kategori sedang adalah mereka yang punya satu sakit penyerta, sekaligus berumur diatas 60 tahun.

Sementara, risiko tinggi adalah komorbid yang mempunyai banyak penyakit penyerta, yang harus betul-betul dilindungi.

Berdasarkan data yang disampaikannya, paling tidak, ada sebanyak 76 ribu lansia di atas 60 tahun di Banyumas.

"Ada 16 ribu komorbid yang menjadi tanggungjawab Dinkes, 11 ribu di antaranya adalah prolanis (program pengelolaan penyakit kronis). Kemudian, 5 ribu adalah ibu hamil dengan risiko tinggi," jelasnya.

"Sisanya itulah yang nantinya akan didatangi OPD yang bertugas terjun ke desa-desa," ujar Sadiyanto. 

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 3M (memakai masker, rajin mencuci tangan menggunakan sabun, dan selalu menjaga jarak). (*)

Baca juga: 3 Guru SMP Negeri 3 Jekulo Kudus Meninggal Akibat Covid-19

Baca juga: Ganjar Tak Akan Membuka Sekolah Tatap Muka secara Serentak Januari Mendatang. Ini Alasannya

Baca juga: Gubernur DKI Anies Baswedan Positif Covid-19, Roda Pemerintahan Dipastikan Tak Terganggu

Baca juga: Mulai Tahun Depan, Uang Saku Perjalanan Dinas Pejabat dan Anggota Dewan Dipangkas 50 Persen

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved