Breaking News:

Penanganan Corona

Bukan Rabu, Setiap Kamis ASN di Pemkab Banyumas Bakal Door to Door Ingatkan Warga Pentingnya Prokes

Pemerintah Kabupaten Banyumas bakal mengosongkan kantor organisasi perangkat daerah (OPD) setiap Kamis.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM/PERMATA PUTRA SEJATI
Bupati Banyumas Achmad Husein memberi sambutan dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Bawaslu RI dan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto serta Universitas Wijayakusuma Purwokerto di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Senin (30/11/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pemerintah Kabupaten Banyumas bakal mengosongkan kantor organisasi perangkat daerah (OPD) setiap Kamis.

Pegawai yang tidak melakukan pelayanan umum akan diterjunkan melakukan sosialiasi pentingnya menerapkan protokol kesehatan dan bahaya Covid-19 kepada masyarakat secara door to door.

Edukasi secara door to door ini dilakukan setelah kasus Covid-19 di Banyumas melonjak lagi tak terkendali.

"Satu OPD satu desa, dan setiap hari Kamis (sebelumnya disebutkan Rabu). Nanti, ASN turun langsung ke desa-desa untuk sosialisasi. Kantor kosong kecuali pelayanan langsung," ujar Husein seusai acara penandatanganan kerjasama antara Universitas di Banyumas dan Bawaslu RI di Pendopo Si Panji Purwokerto, Senin (30/11/2020).

Baca juga: Setiap Rabu, ASN di Pemkab Banyumas Bakal Terjun ke Desa-desa Sosialisasikan Pentingnya Prokes

Baca juga: Kamar Isolasi Covid-19 di RS di Banyumas Penuh, Pemkab Tambah 450 Tempat Tidur di Rumah Karantina

Baca juga: Seorang Pejabat Dishub Banyumas Positif Covid-19: 30 Pegawai Jalani Swab, Kantor Tetap Buka

Baca juga: Diserbu Warganet Lewat Tagar #Prayfortratagan, Ini Penjelasan Bupati Banyumas Atas Larangan Hajatan

Meningkatnya kasus Covid-19 di Banyumas, menurut bupati, satu di antaranya dipicu rendahnya kesadaran warga menerapkan protokol kesehatan.

Menurutnya, masih banyak warga yang memakai masker secara terpaksa.

"Jadi, masyarakat itu kadang pakai masker karena diawasi. Kalau tidak diawasi maka merasa aman-aman saja dan tidak lagi pakai masker," jelasnya.

Oleh karena itu, menjadi penting supaya menyadarkan masyarakat lewat edukasi secara lebih intensif bahwa Covid-19 adalah penyakit yang sangat berbahaya.

"Di Banyumas itu ada 860 ribu perumahan. Mau tidak mau harus didatangi," ungkapnya.

Melihat banyaknya rumah warga yang harus didatangi, pemkab tak hanya mengandalkan ASN tetapi juga melibatkan sejumlah universitas di Banyumas.

"ASN itu akan turun langsung tiap Kamis, dari pagi sampai jam 3 sore. Kalau semua rumah mendapat sosialisasi seperti itu, mereka akan paham dan dapat memahami bagaimana melindungi diri," ujarnya.

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 3M (memakai masker, rajin mencuci tangan menggunakan sabun, dan selalu menjaga jarak).  (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Kajian KPAI, 83 Persen Sekolah Belum Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Baca juga: Ketua Umum PB NU Said Aqil Siradj Positif Covid-19, Dirawat di RS

Baca juga: Bahan Baku Briket Arang di Jateng Mulai Langkah, Sejumlah Perusahaan Memilih Tutup

Baca juga: Kasus Covid-19 Harian di Jateng Tembus 2.036 Orang, Begini Langkah Gubernur Jateng

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved