Berita Sains

Kerangka Paus Purba Ditemukan di Samut Sakhon Thailand: Nyaris Utuh, Diduga Berumur 5000 Tahun

Peneliti menemukan kerangka paus purba yang hampir terawetkan sempurna di Samut Sakhon, sebelah barat Bangkok, Thailand.

Editor: rika irawati
Kompas.com/TOP Varawut/Facebook
Kerangka paus purba yang diperkirakan berusia 5.000 tahun ditemukan di Thailand. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Peneliti menemukan kerangka paus purba yang hampir terawetkan sempurna di Samut Sakhon, sebelah barat Bangkok, Thailand.

Dikutip dari Guardian, Sabtu (28/11/2020), kerangka tersebut diyakini sebagai paus Bryde. Sejauh ini, para peneliti telah berhasil menggali 80 persen kerangka paus purba tersebut.

Peneliti juga sudah mengidentifikasi 19 tulang belakang lengkap, lima tulang rusuk, tulang belikat, dan sirip.

Peneliti menyebut, kerangka paus purba itu berukuran 12 meter dengan tengkorak sepanjang 3 meter.

Meski belum bisa memastikan, peneliti memperkirakan kerangka paus itu berusia antara 3000 tahun hingga 5000 tahun.

Baca juga: Berjalan 8 Ronde Penuh, Duel Legenda Tinju Mike Tyson Vs Roy Jones Jr Berakhir Imbang

Baca juga: Ditemukan Jenazah di Dalam Koper di Mekah, Wanita Muda Diduga WNI Berusia 24 Tahun

Baca juga: Para Pecinta Buku, Jangan Lewatkan. Big Bad Wolf Bakal Digelar Secara Online, Ada Diskon Hingga 90%

Baca juga: Serunya Kamping di Black Canyon Petungkriyono Pekalongan: Mandi di Sungai, Disambut Suara Owa Jawa

Untuk mengetahui lebih lanjut berapa umur kerangka, peneliti berencana melakukan penanggalan karbon. Usia pasti kerangka akan dikonfirmasi kembali Desember mendatang.

Sisa-sisa kerangka paus purba ini menjadi penemuan penting karena akan membantu para peneliti memahami evolusi spesies dan juga melacak bagaimana permukaan laut telah berubah selama ribuan tahun.

"Penemuan ( kerangka paus purba) menambah bukti perubahan permukaan laut yang relatif besar sekitar 6000 tahun hingga 3000 tahun yang lalu di Teluk Thailand, di mana garis pantainya mencapai puluhan kilometer ke pedalaman dari pantai saat ini," ungkap Marcus Chua, peneliti dari National University of Singapore.

Sebelumnya, hanya endapan laut yang mengandung fosil cangkang atau kepiting laut kecil yang ditemukan di darat.

Sehingga, peneliti menyebut fosil paus yang berumur ribuan tahun akan memberikan bukti kuat di mana laut berada pada waktu itu.

Serta, akan menunjukkan bagaimana dan di mana daerah dataran rendah bisa tergenang laut.

Penemuan kerangka paus purba ini juga akan membantu memperdalam pemahaman peneliti tentang paus Bryde, serta kehidupan laut lain.

Di samping kerangka paus purba tersebut, para peneliti menemukan barang-barang yang diawetkan, termasuk gigi dan cangkang hiu.

"Para ilmuwan juga dapat mempelajari endapan yang ditemukan pada tingkat yang sama dengan paus untuk merekonstruksi komunitas biologis yang ada selama waktu itu dan membandingkannya dengan saat ini," imbuh Chua.

Baca juga: Kabar Duka, Lurah Rowosari Kota Semarang Meninggal Akibat Covid-19. Keluarga dan Staf Jalani Swab

Baca juga: Setiap Rabu, ASN di Pemkab Banyumas Bakal Terjun ke Desa-desa Sosialisasikan Pentingnya Prokes

Baca juga: 4 Puskesmas di Kabupten Tegal Terpaksa Tutup Sementara setelah Sejumlah Nakes Tertular Covid-19

Baca juga: Bukannya Air, Sumur di Ngraho Blora Malah Mengeluarkan Gas saat Digali Warga

Paus Bryde sendiri masih ditemukan di perairan Thailand dan merupakan spesies yang dilindungi.

Mamalia laut tersebut lebih menyukai perairan yang memiliki temperatur di atas 16 derajat Celcius dan memakan ikan berkelompok, seperti ikan teri. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Nyaris Utuh, Kerangka Paus Purba Berusia 5000 Tahun Ditemukan di Thailand".

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved