Breaking News:

Berita Jawa Tengah

419 Rokok Ilegal Disita Kantor Bea Cukai Solo, Ada Empat Tersangka Kasus di Boyolali dan Klaten

Rokok ilegal yang disita Bea Cukai Surakarta dari beberapa wilayah meliputi Kabupaten Karanganyar, Boyolali, Wonogiri, Sragen, dan Klaten.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/AGUS ISWADI
Sosialisasi Penggunaan Cukai Rokok DBHCHT bagi aparat pemerintah, toga, tomas, dan pedagang di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Rabu (25/11/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Kantor Bea Cukai Surakarta menyita 419 ribu batang rokok ilegal di sepanjang tahun ini atau hingga November 2020.

Pernyataan itu disampaikan Pemeriksa Ahli Pertama Bea Cukai Surakarta, Muzakkar saat Sosialisasi Penggunaan Cukai Rokok DBHCHT bagi aparat pemerintah, toga, tomas, dan pedagang di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Rabu (25/11/2020).

Baca juga: Malam Pergantian Tahun di Karanganyar, Bupati Larang Gelar Pesta Kembang Api

Baca juga: Pengusaha Mengeluh, Apindo Karanganyar Minta Bupati Revisi UMK 2021

Baca juga: Percepat Diagnosis Pasien, RSUD Karanganyar Sudah Mulai Gunakan Rapid Swab Antigen

Baca juga: Pemkab Karanganyar Siap Gelar Sekolah Tatap Muka Awal 2021, Tetap Pertimbangkan Izin Orangtua

Dia mengatakan, dari 39 surat penindakan, didapatkan 419 ribu batang rokok ilegal.

Rokok ilegal itu didapatkan di beberapa wilayah meliputi Kabupaten Karanganyar, Boyolali, Wonogiri, Sragen, dan Klaten.

Lebih lanjut, penindakan rokok ilegal terbesar berhasil diungkap oleh Bea Cukai Surakarta pada Juli 2020.

Dia menjelaskan, empat orang yang berperan sebagai sales dan distributor itu kini telah ditetapkan sebagai tersangka dengan hukuman pidana penjara 1 tahun subsider.

"Dari empat orang itu kami dapatkan total 58 bal rokok atau 290 ribu batang rokok ilegal berbagai merk."

"Kasusnya di Kabupaten Boyolali dan Klaten," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (25/11/2020).

Menurutnya, nilai barang dari 58 bal rokok ilegal itu diperkirakan mencapai Rp 244 juta.

Sedangkan kerugian negara atas peredaran rokok ilegal itu diperkirakan mencapai Rp 140 juta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved