Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

KPU Jateng Siap Pindahkan TPS Pilkada Klaten ke Pengungsian Jika Terjadi Erupsi Merapi

KPU Jateng mengantisipasi kemungkinan memindahkan tempat pemungutan suara (TPS) di wilayah yang terdampak erupsi Gunung Merapi di Klaten.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Ketua KPU Jateng Yulianto Sudrajat 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jateng terus melakukan sejumlah persiapan menghadapi Pilkada Serentak 2020. Satu di antaranya, mengantisipasi kemungkinan memindahkan tempat pemungutan suara (TPS) di wilayah yang terdampak erupsi Gunung Merapi.

Ketua KPU Jateng Yulianto Sudrajat mengatakan, dari hasil pemetaan KPU bersama BPBD, sejumlah TPS yang berpotensi terganggu jika Gunung Merapi erupsi selama proses penyelenggaraan pilkada, terutama ada di Kabupaten Klaten.

"Setidaknya, ada tiga desa yang berpotensi terdampak erupsi Gunung Merapi di Kabupaten Klaten, yakni Desa Sidorejo, Tegalmulyo, dan Desa Balerante, Kecamatan Kemalang," ungkap Yulianto kepada Tribunbanyumas.com, di The Wujil Hotel & Resort Kabupaten Semarang, Rabu (11/11/2020).

Baca juga: Ganjar Senang Warga Sudah Siap Sewaktu-waktu Mengungsi, Cek Desa Terdekat Gunung Merapi di Klaten

Baca juga: Tinggal Dekat Gunung Merapi, 281 Ibu Hamil Menyusui dan Lansia di Tegalmulyo Klaten Mulai Dievakuasi

Baca juga: 19 TPS Masuk Wilayah Blank Spot, Begini Tanggapan KPU Kabupaten Semarang

Baca juga: Surat Suara Masih Dicetak di Kudus, Pekan Ini Bakal Dikirim ke KPU Purbalingga

Menurut Yulianto, dari tiga desa yang masuk zona merah erupsi Gunung Merapi tersebut, terdapat 18 TPS.

Mengantisipasi kemungkinan terburuk, TPS di tiga desa tersebut bisa saja dipindahkan ke lokasi pengungsian.

Ia menambahkan, KPU telah mengantisipasi apapun situasi agar penyelenggara dapat melaksanakan hajatan pilkada serentak tahun 2020 di Jateng secara lancar.

"KPU juga sudah melakukan mitigasi dan pola antisipasinya. Jika situasi darurat, TPS kami pindahkan dan kami tempatkan di lokasi pengungsian warga desa yang bersangkutan," katanya.

Saat ini, pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD setempat. Karena status kedaruratan dan data jumlah maupun asal pengungsi, termasuk lokasi penampungan warga, menjadi kewenangan BPBD.

Yulianto menjelaskan, meski dalam situasi bencana, KPU akan menyesuaikan pelayanan pemungutan suara. Sehingga, warga pemilik hak suara tetap dapat menggunakan hak pilihnya pada 9 Desember mendatang.

"KPU berharap, meski sekarang sebagian warga telah dibawa ke lokasi pengungsian, tetap dapat turut serta menyukseskan Pilkada Serentak 2020," ujarnya.

Diketahui, aktivitas vulkanik Gunung Merapi terus meningkat dan statusnya dinaikkan dari waspada ke siaga (level 3). Sedikitnya, 961 warga dari sejumlah desa di lereng Gunung Merapi sudah mulai diungsikan. (*)

Baca juga: Siap-siap, Tim Yustisi Kota Semarang Bakal Masuk Perkantoran Cek Protokol Kesehatan

Baca juga: Tabung Bright Gas Dinilai Lebih Aman, Pertamina Persilakan Warga Tukar Tabung Gas Biru secara Gratis

Baca juga: Pemkab Tegal Ajak Desa Ikut Kelola Sampah Lewat Merdeka Sampah, Tersedia Dana Rp 100 Juta Per Desa

Baca juga: Gelombang Tinggi Mulai Mengancam: 5 Kapal Nelayan di Pati Tenggelam, Ditambat di Dermaga Banyutowo

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved