Breaking News:

Berita Tegal

Pemkab Tegal Ajak Desa Ikut Kelola Sampah Lewat Merdeka Sampah, Tersedia Dana Rp 100 Juta Per Desa

Pemerintah Kabupten (Pemkab) Tegal mendorong warga ikut ambil bagian dalam pengelolaan sampah lewat program Merdeka Sampah.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM/PERMATA PUTRA SEJATI
ILUSTRASI. Pekerja memilah sampah di pusat daur ulang (PDU) sampah di Kelurahan Kober, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Purwokerto. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI - Pemerintah Kabupten (Pemkab) Tegal mendorong warga ikut ambil bagian dalam pengelolaan sampah lewat program Merdeka Sampah.

Saat ini, jumlah sampah yang dihasilkan di Kabupten Tegal mencapai 407 ton per hari. Hal ini membuat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Penujah kawalahan.

Lewat program Merdeka Sampah ini, warga diharapkan bisa mengolah sampah secara mandiri sehingg sampah rumah tangga tak diangkut terus ke TPA.

Melalui program ini diharapkan, pada tahun 2024 nanti, sampah di Kabupaten Tegal berkurang sampai 30 persen.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tegal Muchtar Mawardi mengungkapkan, pihaknya masih menyusun roadmap sampah. Program Merdeka Sampah ini diharapkan bisa mulai diterapkan pada 2021.

Baca juga: Masa Pandemi, Tiap Hari Ada Tambahan 20 Ton Sampah di Kota Tegal

Baca juga: Terapkan Sanitary Landfill, Sampah yang Masuk TPA Darupono Kendal Bakal Diproses Menjadi Kompos

Baca juga: Pemkot Tegal Hadirkan Mesin Predaktor Sampah, Sehari Bisa Kelola Hingga 250 Ton

Baca juga: Dukung Banyumas Bersih Sampah, Dharma Wanita Persatuan Contohkan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

Diakui Muchtar, penanganan sampah tak bisa hanya dilakukan pemkab tapi butuh peran warga. Juga, sinergitas dengan komunitas pegiat lingkungan, di antaranya ASOBSI (Asosiasi Bank Sampah Indonesia) Cabang Kabupaten Tegal.

"Dukungan anggaran pemerintah daerah di tahun 2021, akan ada dana Rp 100 juta untuk setiap desa yang berkomitmen menerapkan Program Desa Merdeka Sampah. Tentu, ada persyaratan yang harus dipenuhi supaya bisa mendapatkan dana tersebut," ujar Muchtar, dalam rilis yang diterima Tribunbanyumas.com, Kamis (12/11/2020).

Beberapa syarat yang harus dipenuhi tersebut, pertama, desa harus memiliki peraturan desa (Perdes) tentang sampah.

Kedua, menyiapkan lahan untuk pengolahan sampah, bukan tempat pembuangan sampah (TPS).

Ketiga, ada sharing anggaran dana desa.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved