Breaking News:

Berita Kendal

Siap Tawuran, Pelajar Anggota Sarang Harimau dan Predator di Kendal Kocar-kacir Lihat Polisi Datang

Polsek Gemuh menggagalkan rencana tawuran remaja di Jalan Pantura Jenarsari, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Rabu (11/11) pagi.

TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Polsek Gemuh, Kendal, memberikan pengarahan kepada orangtua remaja yang berniat melakukan tawuran di Jalan Pantura Jenarsari, Rabu (11/11/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Polsek Gemuh menggagalkan rencana tawuran remaja di Jalan Pantura Jenarsari, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Rabu (11/11) pagi.

Para pelaku yang akan tawuran diketahui masih duduk di bangsu sekolah tingkat pertama (SMP). Merkea langsung kabur ketika petugas polsek tiba di lokasi kejadian.

Kapolsek Gemuh AKP Abdullah Umar mengatakan, sebelum tawuran pecah, polisi telah mendapat informasi.

Itu sebabnya, petugas langsung melakukan penyisiran lokasi sebelum tawuran terjadi.

Baca juga: Sebulan Ada 12 Pelanggaran Kampanye di Kendal, Bawaslu: Semua Sudah Diselesaikan

Baca juga: Polres Kendal Merazia Orang Lapar, Sasaran Tukang Becak dan Penyapu Jalan

Baca juga: Pemkab Kendal Kembali Berlakukan WFH, Klaster Perkantoran Muncul Lagi, Total Ada Tujuh Pegawai

Baca juga: Terapkan Sanitary Landfill, Sampah yang Masuk TPA Darupono Kendal Bakal Diproses Menjadi Kompos

Melihat polisi datang, dua kelompok remaja yang bersiap bentrok kocar-kacir. Namun, dari mereka ada yang diamankan dan didapati membawa senjata tajam.

"Dulu sempat terjadi tawuran kelompok pelajar, mereka menamakan diri sebagai kelompok 9 Bersaudara atau Wali Songo dan kelompok Pandawa 5. Saat itu, sudah dibubarkan. Namun, ini muncul lagi kelompok pelajar yang hendak tawuran dengan menamakan diri sebagai Sarang Harimau dan Predator," ujarnya.

Ada tujuh remaja yang diamankan bersama senjata tajam yang dibawa.

Polsek Gemuh segera membawa mereka ke mapolsek dan memanggil orangtua masing-masing sebagai bagian dari pembinaan.

Kepada mereka, kapolsek meminta untuk meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan terhadap anak-anaknya.

Pihaknya juga turut memberikan pembinaan terhadap para remaja itu agar di kemudian hari tidak lagi terlibat tawuran.

"Karena masih pelajar, kami hanya berikan pembinaan dan membuat surat pernyataan tidak mengulangi hal itu dengan diketahui orangtua, guru, dan perangkat desa setempat. Selanjutnya, mereka kami wajibkan lapor setiap Senin dan Kamis," ujar Abdullah.

Baca juga: Kantor Kelurahan Krapyak Ditutup Sementara setelah Sekretaris Lurah Meninggal Diduga Kena Covid-19

Baca juga: Terungkap Pemilik Sedang Merah Terparkir di Bakulan Purbalingga, Ini Alasannya Meninggalkan Mobil

Baca juga: Berstatus Mahasiswa Baru, Bek PSIS Pratama Arhan Sering Izin ke Dosen saat TC Timnas U-19 di Kroasia

Baca juga: Pura-pura Jadi Anisa, Pria di Banjarnegara Tipu Tetangganya dan Gasak Uang Rp 25,6 Juta

Kapolsek juga mengimbau agar orangtua terus mengawasi aktivitas anak saat mengoperasikan ponsel genggam.

Menurutnya, saat ini, pembelajaran dilakukan secara daring sehingga anak banyak menggunakan ponsel untuk beraktivitas.

"Bangun juga komunikasi yang baik dengan para guru sehingga fungsi kontrol kegiatan belajar anaknya terbangun. Selain itu, juga awasi pergaulan anak manakala ia harus keluar rumah," ujarnya. (*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved